Kandasnya Perjalanan Karir Seorang Bharada E di Tangan Ferdy Sambo

- Jurnalis

Kamis, 26 Januari 2023 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer bersiap menjalani sidang lanjuutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). Sumber foto : suara.com

Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer bersiap menjalani sidang lanjuutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Perjuangan Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E untuk masuk ke dalam anggota Korps Bhayangkara ternyata bukan sebuah perjalanan mudah.

Namun mimpinya harus kandas, di tangan Ferdy Sambo karena terseret tindak pidana.

Sebagaimana dicurahkan Bharada E dalam nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 12 tahun yang dimintakan jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Simak perjuangan Richard Eliezer jadi anggota Polri yang diceritakannya dalam pledoi berikut ini.

1. Empat Kali Tes Polri

Richard menceritakan perjuangannya jadi anggota Brimob Polri yang tidaklah mudah.

Dia mengikuti empat kali tes untuk meraih mimpinya jadi anggota Polri.

“Menjadi anggota Polri, khususnya bagian dari keluarga Korps Brimob adalah suatu mimpi dan kebanggaan bagi saya dan keluarga. Setelah menjalani 4 kali tes Bintara dan terakhir Tamtama yang di mana sepanjang perjalanan tes yang berkali-kali,” kata Richard.

“Dari tahun 2016 hingga 2019, selama empat tahun saya pun juga tetap bekerja sebagai sopir di sebuah hotel di Manado untuk membantu orang tua saya karena saya tahu untuk menjadi anggota Polri tidaklah mudah bagi saya. Tetapi saya terus berusaha,” sambung Richard.

Baca Juga :  KPK sebut ASN Bea Cukai yang Kabur dari Wartawan Terima Uang Korupsi

2. Lulus Peringkat Satu di Polda Sulut

Richard lalu mengenang perjuangannya dinyatakan lulus seleksi Tamtama dengan peringkat satu di Polda Sulut.

Dia menyebut cita-citanya menjadi anggota Polri hampir tercapai.

“Setelah keempat kali mengikuti tes, akhirnya saya dinyatakan lulus dengan peringkat satu di Polda Sulut,” ucap Richard.

“Hal yang sangat membahagiakan dan membanggakan bagi saya dan keluarga, di mana cita-cita saya hampir tercapai menjadi seorang Prajurit Brimob untuk mengabdi kepada negara dan dapat saya wujudkan,” sambungnya.

3. Jalankan Sederet Tugas Penting

Usai dinyatakan lulus, Richard mengikuti pendidikan di Watu Kosek, Jawa Timur pada 2019.

Dia pun meninggalkan tanah kelahirannya di Manado.

“Pada 30 Juni 2019, saya meninggalkan kota kelahiran saya dari Manado ke Jawa Timur dengan membawa bekal sisa tabungan saya,” cerita Richard.

Richard yang telah selesai menempuh pendidikan kemudian mendapat berbagai tugas penting.

Dia mengungkap tugas pertamanya setelah lulus pendidikan Tamtama Polri adalah masuk Satgas Operasi Tinombala.

Setelahnya Richard bertugas di Manokwari-Papua Barat, kemudian terlibat operasi search and rescue Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh.

Baca Juga :  Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati

Dia kemudian bergabung di Resimen 1 Pelopor di Cikeas.

4. Jadi Driver Ferdy Sambo

Hingga akhirnya Richard terpilih menjadi driver Ferdy Sambo yang ketika itu berpangkat inspektur jenderal dengan jabatan Kadiv Propam.

“30 November 2021 saya dipanggil ke Mako Brimop dan terpilih jadi driver pak Ferdy Sambo,” ucapnya.

Richard tentu saja menaruh hormat pada Sambo sebagai atasannya.

Namun ia merasa diperalat hingga dibohongi karena mengikuti skenario Sambo dalam pembunuhan berencana Brigadir J.

“Di usia saya ini, tidak pernah terpikirkan ternyata oleh atasan, di mana saya bekerja memberikan pengabdian, kepada seorang jenderal berpangkat bintang dua yang sangat saya percaya dan hormati,” ucap Richard.

“Di mana saya yang hanya seorang prajurit rendah berpangkat Bharada, yang harus mematuhi perkataan dan perintahnya, ternyata saya diperalat, saya dibohongi dan disia-siakan.

Bahkan kejujuran yang saya sampaikan tidak dihargai, malahan saya dimusuhi,” pungkas Richard. (Nova Eliza Putri)

Artikel ini pertama kali tayang di suara.com, dengan judul Richard Eliezer Kenang Perjuangan Jadi Anggota Polri: Sampai 4 Kali Tes, Berujung Diperalat Sambo.

Berita Terkait

Bet On Red Casino: Schnelllebige Slots und Live-Action für schnelle Gewinne
ون اكس بت يبرز بساطة اللعب وسلاسة التنقل في عالم الكازينو الإلكتروني
Ngeri! Taksi Air Diduga Mengangkut BBM Terbakar di DAS Barito
IGD RSUD dr Doris Sylvanus Membludak, DPRD Kalteng Soroti Profesionalisme Tenaga Medis
Kritik Keras Komisi I DPR Soal Pembubaran Film Pesta Babi: Itu Hak Konstitusional Warga!
Polri Titipkan 320 WNA Tersangka Judi Online Internasional Hayam Wuruk ke Imigrasi
Bareskrim Polri Amankan 321 WNA Terkait Judi Online Jaringan Internasional
Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:06 WIB

Bet On Red Casino: Schnelllebige Slots und Live-Action für schnelle Gewinne

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:26 WIB

ون اكس بت يبرز بساطة اللعب وسلاسة التنقل في عالم الكازينو الإلكتروني

Senin, 11 Mei 2026 - 19:34 WIB

Ngeri! Taksi Air Diduga Mengangkut BBM Terbakar di DAS Barito

Senin, 11 Mei 2026 - 15:51 WIB

Kritik Keras Komisi I DPR Soal Pembubaran Film Pesta Babi: Itu Hak Konstitusional Warga!

Senin, 11 Mei 2026 - 11:17 WIB

Polri Titipkan 320 WNA Tersangka Judi Online Internasional Hayam Wuruk ke Imigrasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:38 WIB

Bareskrim Polri Amankan 321 WNA Terkait Judi Online Jaringan Internasional

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:37 WIB

Buntut Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:14 WIB

Bupati Mura Minta Distribusi BBM Diawasi Ketat

Berita Terbaru