Rencana Pensiun Dini PLTU Batubara Indonesia, Pemerintah Harus Pula Mempertimbangkan Faktor Berikut

- Jurnalis

Kamis, 22 Desember 2022 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pekerja tampak menyiapkan kepingan kayu yang akan digunakan sebagai bahan bakar dalam proses cofiring pada PLTU Bolok di Nusa Tenggara Timur. Proses cofiring di PLTU tersebut menggunakan biomassa kepingan kayu sebanyak 75 persen untuk menunjang PLTU dengan kapasitas 2×16,5 Megawatt (MW). (Foto: Courtesy of PLN/voaindonesia.com)

Sejumlah pekerja tampak menyiapkan kepingan kayu yang akan digunakan sebagai bahan bakar dalam proses cofiring pada PLTU Bolok di Nusa Tenggara Timur. Proses cofiring di PLTU tersebut menggunakan biomassa kepingan kayu sebanyak 75 persen untuk menunjang PLTU dengan kapasitas 2×16,5 Megawatt (MW). (Foto: Courtesy of PLN/voaindonesia.com)

Melalui kesepakatan yang ditandatangani pada 13 November, ADB sepakat membuka diskusi detail terkait upaya mempercepat pensiun PLTU Cirebon-1 yang berkapasitas 660 megawatt (MW) milik Cirebon Electric Power di Jawa Barat. ADB berharap, skema semacam ini menjadi model yang dapat ditiru dan diterapkan ke sejumlah pembangkit lain di Indonesia, dan juga di wilayah Asia Pasifik.

Butuh Perhitungan Matang

Saran untuk melakukan perhitungan lebih matang dalam memenuhi ambisi transisi energi juga disampaikan oleh pakar energi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Tumiran.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) 2009-2019 ini mencatat, konsumsi energi Indonesia saat ini sekitar 1.025 KWH perkapita. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sekitar 5 hingga 6 persen, naiknya produktivitas akan berkorelasi juga dengan peningkatan konsumsi energi.

Baca Juga :  PORCAM 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Murung Raya

“Kalau kita memensiunkan dini PLTU, sementara nanti ke depan demand kita naik, itu pakai apa kita menutupnya yang berbasis base load, terutama untuk pulau Jawa. Pulau Jawa kita mau pakai energi terbarukan apa sebagai pengganti base load batubara,” ujarnya.

Membangun pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan sebagai pengganti batu bara saat ini bukan tugas yang mudah. Misalnya, pembangkit listrik tenaga air terkendala dalam pembangunan bendungan, karena kondisi sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.

Hitungan Tumiran, konsumsi yang saat ini berkisar 1.025 KWH perkapita itu, pada tahun 2050 dapat mencapai 5.000 KWH perkapita, dengan asumsi ekonomi yang terus tumbuh.

Baca Juga :  Komitmen pada Pendidikan Pedalaman, Rahmanto Muhidin Dianugerahi Tunas Inspirasi KPI 2026

Dengan konsumsi sebesar itu, Indonesia akan membutuhkan pembangkit sebesar sekurangnya 300 sampai 350 giga watt. Jumlah kebutuhan itulah yang harus diperhitungkan PLN, karena angka tersebut tidak kecil. PLN dan pemerintah harus menghitung dengan cermat, sehingga keputusan yang dibuat betul-betul tepat, lanjut Tumiran.

Tumiran memberi contoh, China terus meningkatkan kapasitas PLTU mereka setiap tahun bertambah sekitar 50 giga watt sejak 2016.

“Dia sekarang sudah punya 1.200 gigawatt, dan dia enggak ada bicara retirement PLTU. Yang dia lakukan adalah komposisi kontribusi PLTU secara persentase turun, dengan akselerasi EBT,” urainya. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya
Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif
Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout
Pemkab Mura Komitmen Sukseskan Sinode GKE dan HUT Daerah
Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?
Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:50 WIB

Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:46 WIB

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:24 WIB

Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout

Senin, 6 Juli 2026 - 15:25 WIB

Pemkab Mura Komitmen Sukseskan Sinode GKE dan HUT Daerah

Senin, 6 Juli 2026 - 14:29 WIB

Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Berita Terbaru

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Berita

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Selasa, 7 Jul 2026 - 15:46 WIB