Home / Buntok / Galeri / Nasional

Jumat, 2 Desember 2022 - 10:06 WIB

MUI Pusat Dukung Fatwa Goyang Pargoy Haram

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar. [Instagram@muidki]

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar. [Instagram@muidki]

1TULAH.COM-Fatwa haram terhadap goyangan erotis oleh wanita di muka publik mendapat dukungan penuh dari MUI pusat. Hal ini menyusul fatwa haram goyang pargoy oleh MUI Jember.

Dukungan MUI Pusat terhadap fatwa haram goyang pargoy ini, hendaknya juga dapat disosialisasikan oleh para ustaz, da’I maupun pemuka agama Islam ke seluruh umat Islam.

Di samping itu, diharapkan pula pihak-pihak terkait seperti Kominfo maupun Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dapat memberikan imbauan terkait tayangan mendidik di media massa maupun media sosial.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, Munahar Muchtar angkat bicara soal fatwa haram goyang pargoy yang dikeluarkan oleh MUI Jember. Ia mengaku mendukung sepenuhnya apa yang disampaikan MUI Jember.

Menurut Munahar, wanita yang bergoyang dengan gerakan erotis sudah tergolong haram hukumnya. Apalagi gerakan ini dipertontonkan ke depan banyak orang lewat media sosial.

“Kalau urusan goyang apa namanya goyang pargoy. Yang namanya goyang kalau wanita yang melakukan sudah jelas haramnya, artinya sudah jelas yang membuat seseorang mengeluarkan birahi karena tontonannya sudah jelas haramnya,” ujar Munahar di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Munahar bahkan menyatakan ingin menguatkan kembali apa yang menjadi fatwa MUI Jember itu di Jakarta. Masyarakat harus mengetahui kegiatan haram tidak boleh dilakukan.

Baca Juga :  Sabtu Besok: Pontianak Hujan Petir, Mamuju Hujan Lebat

“Ya kita pasti menguatkan ini sudah jelas hal ytang sudah diharamkan. Saya minta ini untuk sesuatu yang sudah jelas haramnya ya sudah itu yang gak boleh,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga pemerintah hingga para majelis taklim ikut mengingatkan agar masyarakat tak melakukan sesuatu yang haram, termasuk goyang pargoy.

Perlu ada penyuluhan kepada masyarakat luas mengenai nilai-nilai keagamaan. “Kita berharap tentunya hal semacam ini dari Kominfo, DKI, atau melalui majelis-majelis ulama kita imbau agar supaya berikan pembinaan pengertian pada umat pada masyarakat ini yang baik ini yang gak baik ini halal dan ini haram,” pungkasnya.

Diharamkan

Diberitakan sebelumnya, MUI menilai joget pargoy mengandung gerakan erotis dan mengundang syahwat lawan jenis. Maka dari itu, MUI Jember mengeluarkan fatwa haram atas joget pargoy.

Fatwa tersebut tertuang dalam surat Tausiah Komisi Fatwa MUI Jember bernomor 02/MUI-Jbr/XI/2022 tentang Joget “Pargoy” di Kabupaten Jember.

Surat tersebut diterbitkan pada Sabtu (19/11/2022) dan ditandatangani Ketua Bidang Fatwa MUI Jember KH Badi’ut Tamam dan diketahui Ketua Umum MUI Jember KH Abdul Harist.

Baca Juga :  Obat Batuk Anak Picu Gangguan Ginjal Akut? Polres Barsel Bersama Dinkes Sidak Apotek di Buntok

Fatwa itu juga mengemukakan, joget pargoy tidak mencerminkan Muslim yang berakhlak, serta menodai nilai-nilai kesopanan, moral dan adat istiadat yang berlaku di Jember.

Sehingga, MUI Jember mengimbau pemerintah daerah ikut turun tangan melarang kegiatan joget pargoy.

Berikut enam poin hasil rapat terbatas yang dilaksanakan oleh Komisi Fatwa MUI Jember:

Mengajak umat Islam Kabupaten Jember untuk mempertahankan Kabupaten Jember sebagai Kabupaten religius.

Memperhatikan dan mempertahankan nilai-nilai religius dalam setiap kegiatan sehari-hari.

Hukum joget pargoy adalah HARAM, hal tersebut karena joget pargoy mengandung gerakan erotis, mempertontonkan aurat, dan menimbulkan syahwat dari lawan jenis.

Joget pargoy tidak mencerminkan diri seorang muslim yang berakhlak dan menodai nilai-nilai kesopanan, moral, dan juga adat istiadat, terkhusus yang berlaku di Kabupaten Jember.

Mengimbau kepada para pemerintah, pengambil kebijakan dan tokoh masyarakat untuk turut serta membantu melarang adanya kegiatan joget pargoy.

Mengimbau para tokoh agama dan masyarakat untuk membimbing dan mengarahkan masyarakat kepada kegiatan-kegiatan yang lebih positif dan berakhlakul karimah. (Sumber:suara.com)

 

Share :

Baca Juga

Berita

Sidak OPD, Wabup Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal

Berita

PT Batara Perkasa Tak Hadir RDP, Dewan Sempat Usulkan Penghentian Aktifitas Houling Batubara

Berita

Ini Daftar Kecamatan dari 54 Warga Terpapar Corona di Barito Utara
Dr Zaidul Akbar.(Tangkapan layar Youtube

Berita

Waktu Tidur yang Bisa Sembuhkan penyakit, kata dr Zaidul Akbar

Nasional

Menteri Hukum dan HAM: Instalasi Listrik di Lapas yang Terbakar Tidak Dirawat

Buntok

Telan Rp11 Miliar Lebih, Belum Setahun Jalan Barito Raya Retak

Berita

Kaum Perempuan di Kalteng Dituntut Tingkatkan Potensi Diri

Berita

Pemkab Mura Laksanakan Konsultasi Publik RKPD