Kasus Skincare White Tomato dan DNA Salmon, dr Richard Lee Resmi Berstatus Tahanan

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Richard Lee akhirnya dijebloskan ke sel Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) pukul 21.50 terkait kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan UU Kesehatan. [Tiara Rosana/Suara.com]

Dokter Richard Lee akhirnya dijebloskan ke sel Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) pukul 21.50 terkait kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan UU Kesehatan. [Tiara Rosana/Suara.com]

1TULAH.COM-Babak baru perseteruan panas di dunia kecantikan mencapai puncaknya. Dokter Richard Lee, yang selama ini kerap dijuluki netizen sebagai sosok yang “kebal hukum”, akhirnya resmi ditahan di ruang tahanan Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) malam.

Penahanan ini dilakukan setelah sang dokter kecantikan menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih 10 jam terkait kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang dilaporkan oleh rivalnya, Dokter Detektif alias Doktif.

Detik-Detik Penahanan: Tangan Terborgol dan Bungkam

Pantauan di lokasi, dr Richard Lee keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 21.45 WIB. Berbeda dari penampilan biasanya yang vokal di media sosial, kali ini Richard tampak bungkam seribu bahasa.

Mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam dengan wajah tertutup masker, Richard Lee digiring petugas menuju sel tahanan dengan kondisi tangan terborgol. Sang kuasa hukum, Jefri Simatupang, terlihat mendampingi dari belakang tanpa memberikan pernyataan resmi kepada awak media mengenai status penahanan kliennya tersebut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki

Awal Mula Kasus: Laporan Dokter Detektif (Doktif)

Kasus hukum yang menjerat pemilik klinik kecantikan Athena ini bermula dari laporan dr. Samira Farahnaz (Doktif) pada 2 Desember 2024. Richard dilaporkan atas dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen terkait beberapa produk skincare miliknya.

Beberapa poin keberatan yang dilaporkan Doktif meliputi:

  • Produk White Tomato: Diduga tidak mengandung bahan yang sesuai dengan label kemasan.

  • Produk DNA Salmon: Diklaim tidak steril.

  • Produk Miss V Stem Cell: Diduga merupakan hasil pengemasan ulang (repacking) yang tidak sesuai prosedur.

Jeratan Pasal dan Status Tersangka

Setelah melalui serangkaian penyelidikan, dr Richard Lee resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Desember 2025. Ia dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya:

  1. Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023.

  2. Sejumlah pasal dalam UU Perlindungan Konsumen.

Sebelum penahanan ini, Richard sempat mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun permohonan tersebut ditolak, sehingga penyidikan oleh Polda Metro Jaya terus berlanjut.

Baca Juga :  Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Sempat Mangkir dan Mengeluh Sakit

Perjalanan kasus ini cukup panjang. Richard sempat meminta penjadwalan ulang pemeriksaan pada Desember 2025 sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada 19 Januari 2026.

Dalam pemeriksaan awal tersebut, ia dicecar sebanyak 73 pertanyaan, namun proses sempat dihentikan sementara karena Richard mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Saling Lapor: Doktif Juga Berstatus Tersangka

Fenomena “perang dokter” ini tidak satu arah. Di sisi lain, dr Richard Lee juga melaporkan Doktif atas dugaan pencemaran nama baik. Saat ini, Doktif pun telah menyandang status tersangka atas laporan tersebut. Meski upaya mediasi sempat dilakukan, kedua belah pihak dikabarkan gagal mencapai kesepakatan damai.

Penahanan dr Richard Lee malam ini menjadi sinyal kuat bahwa proses hukum kasus perlindungan konsumen ini akan segera masuk ke meja hijau. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak
Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027
Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG
Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah
Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret
Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang
Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng
Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi

Berita Terbaru