Home / Berita / Galeri / Internasional

Jumat, 28 Oktober 2022 - 13:23 WIB

Jumlah PSK di Inggris Meningkat, Tidak hanya Didominasi Janda, Juga Wanita yang Bersuami, Kok Bisa?

Perempuan di Inggris. (independent/suara.com)

Perempuan di Inggris. (independent/suara.com)

1TULAH.COM-Resesi ekonomi global tengah menjadi permasalahan serius di sejumlah Negara maju, salah satunya adalah Inggris. Inflasi harga-harga barang yang sangat tinggi menjadikan masyarakatnya kesulitan secara ekonomi.

Parahnya lagi bahwa yang paling merasakan dampaknya adalah para wanita.Dampak ekonomi global di Inggris ini sampai-sampai para wanitanya banyak yang memilih menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK), hanya untuk menambah penghasilan rumah tangga.

Wanita di Inggris yang memilih menyambi PSK tidak hanya didominasi para janda atau wanita tidak bersuami, tetapi juga banyak wanita yang masih mempunyai suami resmi.

Salah satu istri tentara berusia 25 tahun yang juga ibu dua anak, mengatakan ia terpaksa menjadi PSK paruh waktu setelah kehilangan pekerjaannya di kafe.

 

Menurut data terbaru dari English Collective of Prostitution, perempuan Inggris yang memilih untuk menjadi PSK dilaporkan meningkat. Hal ini didorong oleh krisis biaya hidup, akibat inflasi yang mencapai 10% atau tertinggi dalam 40 tahun.

Baca Juga :  Rencanakan Pembangunan 2022, Pemdes Malawaken Gelar Musdes

Bahkan seorang istri tentara dilaporkan harus bekerja dalam industri prostitusi tersebut, karena krisis keuangan. Salah satu istri tentara berusia 25 tahun yang juga ibu dua anak, mengatakan ia terpaksa menjadi PSK paruh waktu setelah kehilangan pekerjaannya di kafe.

Di Inggris, menjadi pekerja seks adalah legal secara umum. Namun, beberapa aktivitas yang menyerupai prostitusi, seperti mengajak secara terang-terangan di muka umum, menjalankan usaha rumah bordil, dan menjadi germo atau calo, adalah tindakan melanggar hukum.

Tapi, jika sang pekerja seks berusaha menarik perhatian pelanggan dengan beraksi sendirian di jalanan, hal itu masih diperbolehkan. Meski mereka akan menjadi rentan dengan sejumlah tindakan kekerasan dan kriminal.

Baca Juga :  Tak Penuhi Kuorum Paripurna Rancangan Kebijakan KUA/PPAS Batal Digelar

Krisis ekonomi di Inggris masih berlanjut, setelah Kantor Statistik Nasional (ONS) mengungkapkan, secara keseluruhan harga bahan pangan naik 17 persen tahun ini hingga September 2022.

Bahkan berdasarkan data terbaru, harga pasta, teh, keripik dan minyak goreng, minyak sayur di Inggris telah melonjak naik 65 persen dalam setahun.

Dilansir dari BBC pada Selasa (25/10/2022), kenaikan harga secara drastis ini terjadi ketika inflasi berada pada level tertinggi 40 tahun, dengan harga-harga mengalami kenaikan hingga 10,1 persen dalam setahun.

Kenaikan harga makanan mendorong inflasi terbaru dalam biaya hidup pada bulan September 2022, bersama dengan tagihan energi dan biaya transportasi. (Sumber:suara.com)

Share :

Baca Juga

Berita

PLN Umumkan Hari ini Kota Muara Teweh dan Sekitarnya Padam Total

Berita

Semarakkan HUT ke-77 RI dan Harjad ke-20 Kabupaten, Yuk…Kunjungi Bartim Expo
Social media

Berita

Trial by Social Media Kian Marak; Dari Kasus Pembunuhan oleh Bryan Kohberger di AS dan Kasus Sambo di Indonesia

Bisnis

Erick Thohir Buka Penetrasi Pasar Produk Halal Indonesia di Berbagai Negara

Berita

Giliran Cibung Dibekuk Polisi Gegara Simpan Sabu

Berita

Bupati Barito Utara Borong Paket Sembako Murah, Langsung Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Berita

Orang Tua ZA Penyerang Mabes Polri Datangi Rumah Sakit
Instagram @rianibram

Berita

Tipe Calon Suami, Dewi Perssik: Pintar dan Wawasannya Luas