Kematian Kanker Payudara Cukup Tinggi, Pentingnya Deteksi Dini

- Jurnalis

Senin, 10 Oktober 2022 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kanker payudara
Kematian kanker payudara cukup tinggi pentingnya deteksi dini (Pixabay)

Ilustrasi kanker payudara Kematian kanker payudara cukup tinggi pentingnya deteksi dini (Pixabay)

1TULAH.COM – Berdasarkan data WHO, kanker payudara menjadi penyakit paling sering terjadi di dunia pada tahun 2021. Bahkan masih sangat tinggi.

Di Indonesia sendiri mencatat, 70 persen kasus kanker payudara mencapai stadium lanjut. Tingginya angka tersebut, membuat angka risiko kematian kanker payudara cukup tinggi.

Padahal, penyakit ini nyatanya bisa disembuhkan andai dideteksi sejak dini. Penanganan lebih awal akan memberikan peluang kesembuhan yang lebih tinggi.

Melihat pentingnya deteksi dini tersebut, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), bekerja sama dengan Kemenkes dan brand pembalut wanita Charm melanjutkan gerakan Ayo Sadari atau ‘Periksa Payudara Sendiri’.

Program ini ditujukan agar masyarakat khususnya wanita dapat mendukung deteksi dini terhadap risiko kanker payudara.

Pendiri dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Linda Gumelar mengatakan, sebagai penyintas ia berharap Ayo SADARI dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan payudara.

Baca Juga :  Kebakaran SMA Negeri 1 Sungai Babuat Diduga Akibat Korsleting listrik, Begini Kronologinya

“Dengan meluncurkan Ayo Sadari diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan periksa payudara sendiri secara rutin,” ucap Linda dalam acara konferensi pers Uni-Charm, beberapa waktu lalu.

Di kesempatan sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Eva Susanti mengatakan, di negara berkembang masyarakat yang mengidap kanker payudara masih menjadi masalah.

Hal ini karena tidak adanya deteksi dini yang dilakukan. Padahal, jika hal tersebut diperhatikan, menurut Eva akan membantu membuat harapan hidup masyarakat menjadi lebih baik.

“Di negara berkembang ini nih masih menjadi masalah karena deteksi dininya masih kurang. Padahal deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan angka harapan hidup para penderita kanker payudara,” ungkap Eva.

Baca Juga :  Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon

Sementara itu, Presiden Direktur PT Uni-Charm, Yuji Ishii meng diharapkan dapat mengatakan, sebagai pihak swasta ia senang memiliki visi dan misi sama dengan YKPI serta Kemenkes dalam mengurangi angka penderita kanker payudara dengan stadium lanjut.

Oleh sebab itu, dengan program Ayo Sadari bersama YKPI dan Kemenkes, ini mendukung masyarakat agar bisa melakukan pengecekan setiap selesai menstruasi.

Hal tersebut dapat membantu kanker dideteksi sejak dini sehingga angka kesembuhannya lebih tinggi.

“Penanganan yang harus dilakukan adalah meminimalisir risiko terjadinya kanker payudara dengan melakukan deteksi sejak dini. Hal ini perlu disebarluaskan kepada para konsumen, khususnya wanita,” ucap Yuji. (suara.com)

Berita Terkait

Aturan Kepemilikan Tato bagi Anggota Polri: Ketentuan, Pengecualian Adat, dan Sanksi Disiplin
Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik 26 Anggota Wantimpres: Berikut Daftar Lengkap dan Perannya
Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga
Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang
Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Libas Thailand di SUGBK
Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat
Bukan Cuma Pidana, Perusahaan Karhutla Kini Wajib Tanggung Biaya Pemulihan Lahan
Kebakaran SMA Negeri 1 Sungai Babuat Diduga Akibat Korsleting listrik, Begini Kronologinya

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Aturan Kepemilikan Tato bagi Anggota Polri: Ketentuan, Pengecualian Adat, dan Sanksi Disiplin

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik 26 Anggota Wantimpres: Berikut Daftar Lengkap dan Perannya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Libas Thailand di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Bukan Cuma Pidana, Perusahaan Karhutla Kini Wajib Tanggung Biaya Pemulihan Lahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Kebakaran SMA Negeri 1 Sungai Babuat Diduga Akibat Korsleting listrik, Begini Kronologinya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka dan Tahan Nahkoda KM Virgo Transport 8, Keterlibatan Pemilik Kapal Kini Didalami!

Berita Terbaru

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., bertindak sebagai inspektur upacara pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Seruyan, Kamis (1/10/2026).

Seruyan

Nilai Pancasila Tidak Sekadar Menjadi Seremonial

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:17 WIB