Polisi Ungkap Teka-teki Kematian Mayat Wanita di Mobil yang Terpakir di Basement Kantor DPRD

- Jurnalis

Senin, 12 September 2022 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teka-teki kematian wanita yang tergantung di mobil mulai terkuak (suara.com)

Teka-teki kematian wanita yang tergantung di mobil mulai terkuak (suara.com)

1TULAH.COM – Akhirnya polisi mengungkap teka-teki penyebab kematian Pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Riau, yang ditemukan tewas tergantung di dalam mobil yang terpakir di basement Kantor DPRD Riau, Sabtu (10/09/2022) lalu.

Kematian Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Fitri itu diduga akibat kekerasan benda tumpul di leher yang menekan saluran pernafasan.

Kasubdid Yanmed Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto menyatakan, korban telah meninggal sehari sebelum ditemukan tak bernyawa di parkiran Kantor DPRD Riau.

Menurutnya, ini berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan pihaknya.
“Korban meninggal sudah lebih kurang 24 jam,” ungkap Kompol Supriyanto, Senin (12/9/2022) dilansir dari SuaraRiau.id-jaringan suara.com

Diberitakan, korban diketahui ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Bagian lehernya tergantung seutas kain pada pegangan tangan di atas pintu mobil. Pada bagian hidungnya mengalir darah hingga ke bibir.

Terkait hal itu, Supriyanto menyampaikan, suatu hal yang biasa.
“Darah keluar dari hidung itu hal biasa ditemukan. Tidak ada yang aneh. Ini sesuatu yang normal dari kasus mati tergantung,” sebutnya.

Baca Juga :  Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Saat ini, Supriyanto juga belum dapat memastikan apakah korban tewas dibunuh atau bunuh diri. Karena kata dia, pihaknya masih melakukan pendalaman serta penelitian atas temuan pada jasad korban.

“Hasil sementara akan kami koordinasikan dengan penyidik. Ini kan bukan kasus biasa, sehingga perlu dilakukan pendalaman,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengatakan, kematian wanita atau oknum PNS tersebut diduga dilatarbelakangi adanya hubungan asmara.

Sebelumnya, sudah beredar isu korban memiliki kedekatan dengan oknum PNS di Sekretariat Dewan (Setwan) Riau.

“Diduga karena ada hubungan asmara,” kata Kompol Andrie.

Dalam penanganan perkara ini, Andrie menuturkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Pihaknya juga telah mengambil sejumlah rekaman CCTV guna mengumpulkan bukti.

“Penyebab kematiannya, ada kekerasan tumpul di leher yang menekan jalan nafas. Ini ditandai adanya Asfiksia (mati lemas). Perkiraan kematian 12 – 72 jam,” beber Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru.

Suasana sunyi dan hening di parkiran Basement Kantor DPRD Riau, seketika mendadak ramai sekitar pukul 12.00 WIB. Sejumlah personil polisi dan Satpol PP Provinsi memadati areal parkir gedung wakil rakyat di Jalan Jendral Sudirman tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Personil polisi yang tiba, dan diiringi mobil ambulan dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Polisi kemudian memasang police line pada dua lokasi di sekitaran mobil silver Daihatsu Terrios dengan plat BM 1389 VK.

Di mobil Daihatsu tersebut Fitri ditemukan. Kondisinya sudah tidak bernyawa. Mayat itu mengenakan jilbab warna kuning dan baju merah maron serta kaca mata.

Di parkiran Basement DPRD Riau, Tim Inafis Polresta Pekanbaru terlihat tengah bekerja. Petugas berupaya mengeluarkan jenazah korban dari kendaraan roda empat tersebut.

Bagian wajah korban terlihat sudah mengitam. Diperkirkan Fitri telah meninggal dunia sejak beberapa jam lalu. Mayat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik jenazah warna orange dan dibawa masuk ke ambulan.

Mobil ambulan lalu berjalan menuju RS Bhayangkara Polda Riau. Di sana, mayat nantinya akan dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Sedangkan, anggota polisi lainnya masih melakukan olah tempat kejadian perkara.
(sumber : suara.com)

Berita Terkait

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru