Cuitan Terbaru Hacker Bjorka, Sebut Teknologi Informasi Indonesia Diurus Orang-orang Bodoh

- Jurnalis

Senin, 12 September 2022 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hacker - Daftar Panjang Kasus Kebocoran Data di Indonesia. (Freepik)

Ilustrasi hacker - Daftar Panjang Kasus Kebocoran Data di Indonesia. (Freepik)

1TULAH.COM – Hacker Bjorkan kembali memposting cuitan melalui akun twitter@Bjorkanism.

Dalam cuitan teranyarnya, @Bjorkanism menyampaikan sesuatu hal yang sangat menohok bagi otoritas teknologi informasi di Indonesia.

Terutama berkaitan dengan begitu mudahnya untuk meretas pertahanan teknologi informasi di negeri ini.

@Bjorkanism menyebutkan, pengelolaan teknologi di Indonesia, seharusnya diserahkan kepada orang-orang yang menguasai teknologi, bukannya orang-orang bodoh, seperti para politisi maupun pensiunan militer.

Masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan aksi seorang hacker atau peretas anonim bernama Bjorka. Peretas/hacker tersebut mengaku telah mengakses data penting milik pemerintah, termasuk milik Badan Intelijen Negara (BIN), ia juga mencuri jutaan data pribadi warga negara Indonesia, dan bahkan membocorkan data terkait siapa dalang pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir.

Kejutan demi kejutan dari tiap aksi yang dilakukan hacker Bjorka. Kali ini, ia mengaku punya teman baik di Indonesia. Bahkan tindakannya yang menghebohkan kini dimotivasi oleh orang terdekatnya, yang tak lain adalah kakeknya sendiri.

“Saya punya teman Indonesia yang baik dan dia banyak menceritakan tentang betapa kacaunya Indonesia. Dan saya melakukan ini untuknya,” kata Bjorka melalui akun Twitter @Bjorkanism, Minggu (11/9/2022).

Baca Juga :  Rapat Kecil di Paviliun Indonesia: Prabowo dan Jajaran Menteri Godok Visi Pasca-WEF

Semula kakek sang hacker Bjorka adalah warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Namun, karena kebijakan 1965, ia kehilangan status sebagai warga negara Indonesia.

Hacker Bjorka mengakui bahwa tindakan mengejutkannya itu karena mendiang kakeknya. Sang kakek pun telah meninggal setahun yang lalu.

Bjorka menjelaskan bahwa kakeknya adalah orang yang sangat cerdas. Orang inilah yang merawatnya sejak dia masih kecil. Ia beranggapan jika kakeknya  memiliki harapan pulang dan bangun membangun Indonesia dengan teknologi seperti milik Presiden BJ Habibie.

Namun sang kakek Bjorka ini tidak bisa lagi menjadi WNI hingga akhir hayatnya. Bjorka juga menyarankan agar pemerintah dan semua orang tidak mencari tahu siapa kakeknya, karena itu akan sia-sia.

“Ya, jangan coba-coba melacak dia (kakek) dari Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), karena Anda tidak akan menemukan apa-apa,” ungkap Bjorka.

Baca Juga :  Suami Wamen Stella Christie Kecelakaan Ski di Aspen: Alami Cedera Tulang Belakang Hingga Pecah Aorta

Motif terselubung Bjorka muncul hingga menghebohkan jagad maya, tak lain hanya karena ingin wujudkan mimpi sang kakek yang telah tiada. Dan ini menunjukkan betapa mudahnya Bjorka mengakses data yang dikelola oleh pemerintah Indonesia.

“Saya hanya ingin menunjukkan betapa mudahnya bagi saya untuk masuk dari ke  berbagai pintu yang berbeda, karena kebijakan perlindungan data yang buruk. Terutama  yang dikelola oleh pemerintah,” , cemoohnya.

Bjorka juga memberi saran bahwa pemimpin teknologi tidak boleh dipercayakan kepada politisi atau tentara, tetapi kepada seseorang yang ahli di bidangnya.

Bjorka mengkritik orang-orang yang saat ini berada dalam kekuasaan Pemerintah di Indonesia, termasuk mereka yang menguasai teknologi.

“Tidak ada yang akan berubah jika orang Bo**h masih diberi kekuasaan yang luar besar. Pemimpin tertinggi dalam mengurus teknologi harus ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan politisi dan bukan seseorang di militer. karena mereka hanyalah orang-orang bodoh,” tegas sang peretas Bjorka.(sumber: suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Bakal Usut Anggota Komisi V DPR Terkait Dugaan Suap Proyek DJKA
KPK Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo Terkait Kasus Kuota Haji
Sejarah Baru! KPop Demon Hunters Raih 2 Nominasi Oscar 2026: Animasi Netflix Terpopuler
Cari Sandal yang Nyaman untuk Lansia? Ini 5 Merk Terbaik Pengganti Crocs
Bedah Pidato Davos: Mengapa Prabowonomics Jadi Magnet Investasi Global Baru?
DPRD Kalteng Soroti Proyeksi Bank Kalteng 2026: Dorong Digitalisasi dan Penguatan Modal
Berani Main Harga Daging Jelang Ramadan? Siap-siap Izin Usaha Dicabut Permanen oleh Mentan
Rapat Kecil di Paviliun Indonesia: Prabowo dan Jajaran Menteri Godok Visi Pasca-WEF
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:25 WIB

KPK Bakal Usut Anggota Komisi V DPR Terkait Dugaan Suap Proyek DJKA

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:24 WIB

KPK Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo Terkait Kasus Kuota Haji

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:39 WIB

Sejarah Baru! KPop Demon Hunters Raih 2 Nominasi Oscar 2026: Animasi Netflix Terpopuler

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:23 WIB

Bedah Pidato Davos: Mengapa Prabowonomics Jadi Magnet Investasi Global Baru?

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:14 WIB

DPRD Kalteng Soroti Proyeksi Bank Kalteng 2026: Dorong Digitalisasi dan Penguatan Modal

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:06 WIB

Berani Main Harga Daging Jelang Ramadan? Siap-siap Izin Usaha Dicabut Permanen oleh Mentan

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:55 WIB

Rapat Kecil di Paviliun Indonesia: Prabowo dan Jajaran Menteri Godok Visi Pasca-WEF

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:46 WIB

Waspada! Belasan Bank Bangkrut di Awal 2026, Apakah Tabungan Anda Aman?

Berita Terbaru

Simpan 35 Paket Sabu, Warga Kapuas Diamankan Polisi (Foto : Ist)

Daerah

Simpan 35 Paket Sabu, Warga Kapuas Diamankan Polisi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:08 WIB