1tulah.com, PALANGKA RAYA-Tidak ada kabarnya, proyek food estate tanaman singkong di Kabupaten Gunung Mas dikabarkan gagal. Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan) melakukan pembukaan lahan besar-besaran di Gunung Mas, lahan yang luasanya mencapai ribuan haktare ini digadang-gadang ditanami singkong.
Seiring berjalanya waktu, belum ada ekspose resmi dari pemerintah tentang keberhasilan proyek tanaman singkong tersebut, sementara ribuan hektare lahannya sudah terdeporestasi.
Kabar kurang menggembirakan proyek singkong ini turut menjadi perhatian Komisi II DPRD Kalteng. Dalam waktu dekat, komisi yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) akan menjadwalkan untuk terjun ke lokasi guna melihat langsung fakta di lapangan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng H Sudarsono mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan banyak komentar, sebelum melihat kondisi dan fakta sebenarnya dari isu kegagalan program Food Estate singkong.
“Sebelumnya kita sudah melaksanakan pembahasan terkait isu kegagalan program Food Estate singkong, dan kami akan menjadwalkan untuk terjun langsung ke lapangan, guna melihat kondisi dan fakta sebenarnya yang terjadi,” Sudarsono kepada 1tulah.com di Palangka Raya, Selasa (6/9/2022).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini juga mengatakan, program Food Estate singkong di Kabupaten Gumas, direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya asupan karbohidrat.
Perlu adanya upaya-upaya dalam rangka menyukseskan program Food Estate singkong. Dalam arti, mulai dari proses penggarapan, hingga panen harus dilaksanakan secara optimal oleh pemerintah maupun stakeholder terkait.
“Kalau memang ada indikasi kegagalan, maka hal inilah yang akan kami pertanyakan ke dinas teknis, apalagi kita juga tidak punya kewenangan secara langsung, tetapi untuk proyek-proyek seperti Food Estate jangan sampai hanya sekadar menyerap anggaran, tetapi tidak punya manfaat besar bagi kepentingan daerah,” ujarnya.
Baik eksekutif maupun legislatif, sambungnya, berkeinginan baik proyek APBN dan APBD bisa bermanfaat bagi daerah, sehingga apabila proyek Food Estate singkong benar-benar gagal atau tidak tepat sasaran, maka DPRD Kalteng khususnya Komisi II akan menyampaikan rekomendasi kepada Pemprov agar hal tersebut disampaikan langsung ke pemerintah pusat. (Ingkit)










![Ilustrasi lansia memakai Crocs [dibuat dengan AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/lansia-croc-225x129.jpg)









