Menu

Mode Gelap

Berita · 7 Sep 2022 11:38 WIB

Proyek Food Estate Singkong di Gunung Mas Dikabarkan Gagal, Benarkah?


 Wakil Ketua Komisi II  DPRD Kalteng, Sudarsono Perbesar

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Sudarsono

1tulah.com, PALANGKA RAYA-Tidak ada kabarnya, proyek food estate tanaman singkong di Kabupaten Gunung Mas dikabarkan gagal. Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan) melakukan pembukaan lahan besar-besaran di Gunung Mas, lahan yang luasanya mencapai ribuan haktare ini digadang-gadang ditanami singkong.

Seiring berjalanya waktu, belum ada ekspose resmi dari pemerintah tentang keberhasilan proyek tanaman singkong tersebut, sementara ribuan hektare lahannya sudah terdeporestasi.

Kabar kurang menggembirakan proyek singkong ini turut menjadi perhatian Komisi II DPRD Kalteng. Dalam waktu dekat, komisi yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) akan menjadwalkan untuk terjun ke lokasi guna melihat langsung fakta di lapangan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng H Sudarsono mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan banyak komentar, sebelum melihat kondisi dan fakta sebenarnya dari isu kegagalan program Food Estate singkong.

“Sebelumnya kita sudah melaksanakan pembahasan terkait isu kegagalan program Food Estate singkong, dan kami akan menjadwalkan untuk terjun langsung ke lapangan, guna melihat kondisi dan fakta sebenarnya yang terjadi,” Sudarsono kepada 1tulah.com di Palangka Raya, Selasa (6/9/2022).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini juga mengatakan, program Food Estate singkong di Kabupaten Gumas, direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya asupan karbohidrat.

Perlu adanya upaya-upaya dalam rangka menyukseskan program Food Estate singkong. Dalam arti, mulai dari proses penggarapan, hingga panen harus dilaksanakan secara optimal oleh pemerintah maupun stakeholder terkait.

“Kalau memang ada indikasi kegagalan, maka hal inilah yang akan kami pertanyakan ke dinas teknis, apalagi kita juga tidak punya kewenangan secara langsung, tetapi untuk proyek-proyek seperti Food Estate jangan sampai hanya sekadar menyerap anggaran, tetapi tidak punya manfaat besar bagi kepentingan daerah,” ujarnya.

Baik eksekutif maupun legislatif, sambungnya, berkeinginan baik proyek APBN dan APBD bisa bermanfaat bagi daerah, sehingga apabila proyek Food Estate singkong benar-benar gagal atau tidak tepat sasaran, maka DPRD Kalteng khususnya Komisi II akan menyampaikan rekomendasi kepada Pemprov agar hal tersebut disampaikan langsung ke pemerintah pusat. (Ingkit)

 

Artikel ini telah dibaca 194 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Caretaker DAD Barito Utara Audensi dengan Asisten dua Mewakili Bupati dan Kapolres Barut

3 Desember 2022 - 08:46 WIB

Ketua Caretaker DAD Barito Utara bersama pengurus lain, saat audensi dengan Asisten II, Rahmat MUratni dan dengan Kapolres Barut AKBP Gede Pasek Muliadnyana, Jumat (04/12/2022). Foto. Dellia Anisya Fitri/1tulah.com

Kabar Baik! Kompetisi Liga 1 Digulir 5 Desember

3 Desember 2022 - 08:39 WIB

Ilustrasi pertandingan Liga 1 2022/2023. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Berperan Dalam Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Barut Dukung Rencana Aksi Pokja Posyandu

3 Desember 2022 - 08:38 WIB

Rp 1,794 Triliun, Pemkab Barut Terima Transferan Dana Provinsi Tahun Anggaran 2023

3 Desember 2022 - 08:30 WIB

Jokowi Buka Kembali Peluang Investor Masuk ke IKN, Setelah Kawasan 1A, Giliran Kawasan 1B dan 1C yang Ditawarkan

3 Desember 2022 - 07:48 WIB

Hasil Piala Dunia Grup G : Brasil dan Swiss ke Babak 16 Besar

3 Desember 2022 - 07:12 WIB

Para pemain Timnas Brasil memberikan aplaus pada suporter usai laga Piala Dunia 2022 kontra Kamerun di Stadion Lusail, Qatar, Sabtu (3/12/2022) dini hari WIB. [NELSON ALMEIDA / AFP]
Trending di Berita