Dua Kecamatan di Hulu Kotim Terendam Banjir, Legislator PAN Soroti Soal Kerusakan Alam

- Jurnalis

Jumat, 13 Mei 2022 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- Pihak pemerintah kecamatan saat memantau kondisi banjir yang meliputi sejumlmah desa diwilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur.(Ist).

- Pihak pemerintah kecamatan saat memantau kondisi banjir yang meliputi sejumlmah desa diwilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur.(Ist).

1tulah.com, SAMPIT– Hujan deras yang semakin sering terjadi sejak akhir pekan tadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, tidak hanya sempat menimbulkan banjir di pusat kota Sampit, tetapi juga masih merendam sejumlah desa di dua kecamatan di wilayah utara atau hulu.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Hairis Salamad menyebutkan sudah ada dua kecamatan yang terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir, khususnya terjadi di wilayah utara atau hulu Kotim.

“Salah satu penyebab banjir saat ini, karena memang terjadi kerusakan alam yang begitu masif. Sehingga banjir yang merendam permukiman di daerah warga ini tidak lain karena faktor pembiaran terhadap alam yang surah rusak,” kata Hairis kepada 1tulah.com di Sampit, Kamis (11/5/2022).

Legislator PAN ini enggan membahas kerusakan itu terlalu jauh. Bahkan dirinya mengakui kerusakan alam ini juga akibat pembukaan hutan sebagai daerah resapan dan penyangga air hujan itu sendiri secara sporadis tanpa mempertimbangkan aspek ekologis dan lingkungan di masa mendatang.

Baca Juga :  Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim

Karena itu ia mendorong pemerintah daerah memprogramkan aksi penyelamatan terhadap sisa hutan yang ada melalui program reboisasi hutan.

Hal itu, ujarnya, bertujuan untuk mencegah bencana di masa mendatang seperti banjir yang akan merendam pemukiman penduduk di sejumlah daerah terutama diwilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sementara itu, selama beberapa hari terakhir curah hujan tinggi terjadi hampir diseluruh wilayah kabupaten Kotawaringin Timur, tidak hanya menyebabkan permukiman di daerah perkotaan mengalami banjir, namun hal serupa juga terjadi diwilayah utara/hulu kotim banjir merambah dua kecamatan.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel, melalui Sekretaris BPBD Kotim, Yephy Hartady, mengaku pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah desa yang mengalami banjir.

“Informasinya sudah kami terima dari Senin lalu, dikabarkan air mulai naik sejak Minggu dan hingga kini masih belum surut total,” ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, saat ini ada 4 desa di dua kecamatan yang telah terkonfirmasi mengalami banjir, yaitu Desa Merah, Tanjung Jorong, dan Tumbang Mujam di Kecamatan Tualan Hulu, kemudian Desa Tumbang Penyahuan di Kecamatan Bukit Santuai.

Baca Juga :  Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Sedangkan, untuk kedalaman debit banjir sementara yang dilaporkan baru di Desa Tumbang Mujam, yakni mencapai 70 cm dari permukaan jalan.

Ia menambahkan BPBD akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mendata dampak banjir serta kondisi warga di lokasi banjir.

Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah penanganan, termasuk terkait penyaluran bantuan untuk korban banjir.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, berdasarkan data yang dirilis BMKG Haji Asan Sampit, berdasarkan citra satelit cuaca HIMAWARI-8 Infra Red Enhanced pada pukul 07.00 WIB, terdapat pertumbuhan awan signifikan di Kabupaten Kotawaringin Timur, terutama di Kecamatan Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang, Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Parenggean, Cempaga, Cempaga Hulu, Telawang, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.(Fit)

 

Berita Terkait

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran
Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul
Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47
Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim
DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga
Temui Presiden Prabowo, Panglima Jilah Bawa Aspirasi Masyarakat Adat Dayak
Berjalan Lancar, Seluruh Peserta Muktamar NU ke-35 Menerima LPJ PBNU
Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:22 WIB

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:23 WIB

DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Berjalan Lancar, Seluruh Peserta Muktamar NU ke-35 Menerima LPJ PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Banggar DPRD Kalteng dan TAPD Sepakati Tambahan Bagi Hasil Kab/Kota Rp186,71 Miliar di APBD 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:22 WIB