Alat Rontgen di RSUD Muara Teweh Rusak, Pasien Terpaksa Dirujuk ke Klinik Lain

- Jurnalis

Kamis, 21 April 2022 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat Rontgen di RSUD Muara Teweh, rusak. Pasien harus dirujuk ke klinik terdekat sementara alat belum baik. Foto.Delia/1tulah.com

Alat Rontgen di RSUD Muara Teweh, rusak. Pasien harus dirujuk ke klinik terdekat sementara alat belum baik. Foto.Delia/1tulah.com

1tulah.com, MUARA TEWEHAlat Rontgen (Xray) di RSUD Muara Teweh, rusak. Akibatnya, semua pasien yang ingin melakukan rontgen di rumah sakit milik Pemerintah Barito Utara (Barut), Kalteng, harus dirujuk ke klinik terdekat. Belum diketahui apa penyebab kerusakan alat rontgen tersebut.

Terkait ini sejumlah pasien mengeluh. Sebab pihak rumah sakit justru merujuk pasien ke klinik yang telah ditunjuk. Mengeluh, karena harus mengeluarkan dana lebih besar.

“Alat rontgen di rumah sakit rusak. Menantu saya harus di rujuk ke klinik lain karena alat rontgen di rumah sakit rusak. Cukup repot apalagi biaya rontgen di klinik lain harus bayar lagi,” kata Herry warga Muara Teweh menuturkan kepada 1tulah.com, Rabu (20/4/2022).

Baca Juga :  Waspada Child Grooming! KPAI Soroti Minimnya Literasi Orang Dewasa Pasca Pengakuan Aurelie Moeremans

Alat rontgen merupakan suatu metode diagnostik dengan menggunakan gelombang elektromagnetik berupa Sinar-X.

Rontgen adalah tindakan menggunakan radiasi untuk mengambil gambar bagian dalam dari tubuh seseorang. Utamanya, rontgen digunakan untuk mendiagnosa masalah kesehatan dan yang lainnya untuk pemantauan kondisi kesehatan yang ada.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Muara Teweh dr Tiur Maida dikonfirmasi 1tulah.com melalui sambungan telpon, membenarkan jika alat rontgen di rumah sakit rusak.

Penyebab kerusakan kata dia, akibat tegangan listrik tidak normal. Dia juga menyebut selain alat rontgen, ada alat lain yang rusak. Penyebabnya masih sama.

Baca Juga :  Indonesia Siap Jadi Pusat Halal Dunia Melalui D-8 Halal Expo Indonesia 2026

“Kita sudah kontak tehnisi dari luar, tapi kami harus menunggu karena mereka melakukan perbaikan alat rontgen di rumah sakit lain. Untuk sementara pasien yang mau rontgen kami rujuk ke klinik Tirta. Memang pasien harus merogoh kocek lagi karena rontgennya ke klinik swasta,” kata dr Tiur.

Jadi menurutnya, hasil rontgen sangat perlu dan mau tidka  mau karena alat rontgen di rumah sakit rusak, terpaksa dirujuk ke klinik lain.

“Kondisi begini sudah seminggu ini dan pasien belum bisa rontgen di rumah sakit. Kami harus bersabar menunggu tehnisi dari luar datang untuk memperbaiki alat rontgen,” imbuhnya.(*)

 

Berita Terkait

Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?
KPK Duga Mantan Sekjen Kemenaker Terima Dana Miliaran dari Pemerasan RPTKA
KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU
Heboh Video Gibran Dikasih Kopi Biar Gak Ngantuk, Sindir Balik Materi Stand Up Pandji?
Sentimen Positif China Dongkrak Harga Batu Bara Global, Bursa Newcastle dan Rotterdam Hijau
Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir
Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya
Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia vs Data Kemiskinan Bank Dunia 2025: Sebuah Kontradiksi Nyata?

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:25 WIB

Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:03 WIB

KPK Duga Mantan Sekjen Kemenaker Terima Dana Miliaran dari Pemerasan RPTKA

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:01 WIB

KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:39 WIB

Heboh Video Gibran Dikasih Kopi Biar Gak Ngantuk, Sindir Balik Materi Stand Up Pandji?

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:37 WIB

Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:48 WIB

Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:06 WIB

Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia vs Data Kemiskinan Bank Dunia 2025: Sebuah Kontradiksi Nyata?

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:11 WIB

Waspada! YLBHI Ungkap Dampak Buruk RUU Propaganda Asing Bagi Jurnalis & LSM

Berita Terbaru

Ilustrasi Gedung KPK.

Berita

KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

Sabtu, 17 Jan 2026 - 19:01 WIB