1tulah.com, TAMIANG LAYANG-Perubahan hari pasar di Tamiang Layang dan Ampah yang ditetapkan oleh Pemkab Bartim memicu protes dari pedagang. Namun berdasarkan hasil rapat kerja para waki rakyat, rerata masyarakat menghendaki hari pasar di kembalikan seperti semula.
“Saya harapkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur lebih mempertimbangkan kembali dalam mengambil keputusan maupun kebijakan yang dapat berdampak kepada masyarakat,” kata Anggota DPRD Bartim, Wahyudinnoor kepada 1tulah.com di Tamiang Layang Kamis, (20/01).
Ia juga menjelaskan, berkaitan dengan pasar Ampah maupun Tamiang Layang dari hasil rapat kerja tadi semua anggota DPRD yang menyampaikan pendapatnya hampir semua mengatakan bahwa hari pasar itu dikembalikan seperti hari semula.
“Hari pasar Tamiang Layang tetap hari Senin, dan pasar Ampah tetap di hari Jumat,” paparnya
Menurutnya, kesepakatan tersebut adalah dasar dari pertimbangan anggota dewan agar permasalahan tersebut tidak menjadi polemik yang berkepanjangan.
“Kita juga tidak bisa mengabaikan keinginan masyarakat, jangan seolah-olah nanti dibenturkan antara pedagang lokal dan pedagang mingguan,” ungkap Wahyudinnoor.
“Jadi saya berharap ada sebuah kearifan dan kebijaksanaan dari pemangku kepentingan yang dalam hal ini mengeksekusi dari sebuah kebijakan ini,” pungkasnya.
Sekda Bartim ,Panahah Mochtar saat RDP berlangsung mengatakan, pihaknya melakukan perubahan jadwal Pasar Ampah dan Tamiang Layang, adalah sebuah kajian atau uji coba. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat secara khusus para pedagang.
“Pelaksanaan perubahan jadwal pasar serta pengelolaan pasar harian ini masih dalam tahap uji coba dan akan menjadi evaluasi yang dimulai dari bulan Januari sampai bulan Maret 2022 kemudian menjadi bahan pertimbangan Apakah hal tersebut efektif,” Ucapnya, Kamis, (20/01).
“Saya kira dengan berbagai macam pertimbangan akan lebih efektif dan mungkin memiliki tingkat nilai ekonomi secara tidak langsung, itu arah ke depannya,” kata Sekda.
Sementara, perwakilan pedagang, Hj. Erpan menyampaikan permohonan kepada pihak terkait untuk lebih mengerti apa yang dirasakan para pedagang dengan perubahan jadwal tersebut.
“Kami memohon untuk imbauan tersebut tidak lagi diterapkan dan menyesuaikan kembali seperti sebelumnya,” pintanya.
Ia menjelaskan, kurang lebih 30 tahun sudah bergelut di perdagangan, sehingga ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan sudah terjadwal dengan pedagang dan pembeli serta bergantian dengan daerah lainnnya.
” Jadi kenapa kami ngotot memohon supaya jadwal pasar ini ditetapkan seperti semula, karena tidak bisa membagi waktu dengan mekanisme yang sudah berputar, dan dengan adanya kebijakan ini ekonomi kami berkurang dan kurang stabil,”Jelasnya.

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

