Astaga Kapal Feri Penyebrangan Diseruduk Tongkang Batubara. Penumpang Selamatkan Diri Terjun ke Sungai

  • Bagikan

1tulah.com, MUARA TEWEH– Insiden tabrakan terjadi di Sungai Barito, tepatnya di perairan Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, Minggu (31/10/2021) siang,sekira pukul 10.10 WIB.

Laka air itu melibatkan kapal fery penyebrangan dengan Tongkang pegangkut batubara. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu. namun karena panik, penumpang di dalam kapal fery penyebrangan sempat terjun ke sungai, guna menyelamatkan diri.

 Advertisement Here

Informasi diperoleh 1tulah.com dilapangan, insiden bermula, kapal fery penyebrangan hendak antar penumpang dari Desa Lemo seberang (Muara teweh) menuju Desa Lemo. bersamaan itu ada Tongkang dengan TB armada SETYA III PT ABN datang dari arah Banjarmasin, tujuan ke terminal khusus (tersus) PT Nantoy di Desa Pendreh.

Saat sudah berdekatan, kapal Fery penyebrangan kehabisan BBM. Kontan saja, kapal gandeng yang membawa penumpang dan sepeda motor itu hanyut, dan tak bisa menghindar akhirnya terjadi tabrakan.

“Fery habis minyak, lalu mesin mati dan saat itu tongkang melintas terjadilah insiden. Penumpang ada yang terjun ke sungai tapi bisa diamankan dan tak ada korban jiwa,” ujar salah warga Lemo II menceritakan kronologis tabrakan kepada 1tulah.com, Minggu (31/10/2021) siang.

Kapolsek Teweh Tengah AKP Reny Arafah di konfirmasi juga membenarkan insiden itu. Namun dari insiden itu kedua belah pihak sudah damai yang dimediasi oleh Kades Lemo II.

“Udah dimediasi oleh pemerintah Desa Lemo II terkait insiden tadi,” kata AKP Reny Arafah.

Kepala Desa Lemo II, Rusli AS di konfirmasi 1tulah.com melalui sambungan percakapan WhatApps belum memberikan klarifikasi terkait insiden.

Sementara itu, Kabid Sungai dan Penyeberangan Dinas Perhubungan, Rizalfi membenarkan insiden tabrakan, dan kedua belah pihak sudah melakukan mediasi yang difasilitasi oleh Kades Lemo II.

“Ada beberapa point tadi dari hasil mediasi, diantarnya, pemilik Tongkang Armada SETYA III PT ABN membayar uang tali asih sebanyak Rp 16 juta untuk perbaikan dan kerusakan kapal fery milik Hadriyani. Kami dari Dinas Perhubungan sebagai pembina lalulintas besok akan menyurati dan membuat SOP lalu lintas penyeberangan agar insiden tidak terulang lagi,” tutup Rizalfi. (Tim Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *