Menu

Mode Gelap

Pulang Pisau · 20 Okt 2021 09:15 WIB

Food Estate Pulang Pisau Perluas Lahan 3.000 Hektare Tingkatkan Hasil Panen


 Food Estate di Pulang Pisau. Foto: Antara Perbesar

Food Estate di Pulang Pisau. Foto: Antara

1tulah.com, JAKARTA – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Slamet Untung Rianto mengatakan, 3.000 hektare lahan mendapat ekstensifikasi sebagai upaya meningkatkan hasil pertanian dan memaksimalkan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan.

“Proses ekstensifikasi lahan pertanian dari pemerintah pusat ini sudah dilaksanakan dan berjalan lebih 60 persen di lokasi kawasan food estate,” kata Slamet di Pulang Pisau, Selasa, 19 Oktober 2021.

Menurutnya, target ekstensifikasi lahan pertanian ini diharapkan selesai akhir November dan target penanamannya selesai akhir Desember.

Proses ekstensifikasi lahan dari pemerintah setempat seluas 1.165 hektare untuk musim tanam April-September sudah dilaksanakan 560 hektare dan sisanya masuk dalam musim tanam Oktober-Desember.

“Pelaksana bermitra dengan Korem 102/Panju Panjung siap dan berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target tanam,” katanya.

Dengan ekstensifikasi lahan pertanian ini, diharapkan terjadi penambahan hasil produksi padi di kabupaten setempat meski untuk lahan olahan baru belum bisa maksimal karena masih dalam penyesuaian. Jika rata-rata hasil produksi bisa mencapai tiga ton, untuk awal ini hasil panen berkisar antara 3 sampai 5,5 ton.

“Untuk lahan yang baru yang diolah hasil tidak akan bisa maksimal, karena untuk mencapai hasil yang optimal lahan harus diolah terus menerus 2-3 tahun untuk mendapatkan tingkat kestabilan tanah dengan diimbangi teknologi yang memadai,” paparnya.

Untuk bibit yang ditanam dalam program ektensifikasi ini, terang Slamet, adalah bibit jenis Impari 42. Dari hasil penelitian dan pengalaman para petani, bibit jenis ini bisa menyesuaikan dengan kondisi berbagai medan lahan pertanian.

Terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) petani, Slamet mengungkapkan tidak ada masalah. Sebelum dilaksanakan program ekstensifikasi telah dilakukan yang tahapan panjang, seperti melalui survei, investigasi dan desain (SID) dan kajian lingkungan. Hasil dari ini SID sudah jelas, lahan tersebut dimiliki oleh petani sehingga tidak ada masalah.

Slamet juga menepis adanya isu-isu program transmigrasi untuk terkait dengan masalah SDM tersebut. Dirinya memastikan tidak ada program transmigrasi dan semua lahan dikelola oleh para petani di daerah setempat. *

Sumber: Antara

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Begini Detik-detik Kecelakaan Maut yang Menewaskan Satu Keluarga

17 Juli 2022 - 13:53 WIB

Laka Maut di Jalan Trans Kalimantan, Enam Orang Tewas

17 Juli 2022 - 12:09 WIB

Ih Ngeriiiii….Buaya di Sungai Kuala Ngamuk, Buruh Bandsaw Dimangsa

15 Januari 2022 - 16:44 WIB

Diduga Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Tahan Mantan Kepala Desa Talio Hulu

10 Desember 2021 - 10:54 WIB

Sedang Tunggu Pembeli, Pengedar Sabu Diringkus Polisi di Rumahnya

4 November 2021 - 07:08 WIB

Bandar Sabu Diamankan Polisi Sewaktu Makan

4 November 2021 - 07:03 WIB

Trending di Pulang Pisau