1tulah.com, MUARA TEWEH– Sebanyak 23 Mahasiwa Politeknik Muara Teweh mengikuti Yudisium XII tahun akademik 2020/2021, Selasa (31/8/2021). Kegiatan berlangsung di Aula kampus, dihadiri Plh Ketua Harian Yayasan Pendidikan Panglima Batur, perwakilan dosen dan orang tua mahasiswa itu menerapkan protokol kesehatn ketat. Puluhan mahasiswa yudisium berasal dari program studi (prodi) Manajemen Informatika dan Teknik Pertambangan.
Plh Ketua Harian Yayasan Pendidikan Panglima Batur, Ir H Chandrayanto MM, dalam sambutannya mengatakan, dilaksanakannya prosesi yudisium, berarti Politeknik Muara Teweh, kembali menghasilkan output, berupa lulusan dengan gelar ahli madya dalam bidang manajemen informatika, teknik pertambangan dan teknologi pengolahan hasil perkebunan.
Dia menambahkan, melihat perkembangan Politeknik Muara Teweh sekarang ini, yakni dengan fasilitas pembelajaran cukup memadai, yayasan sangat optimis, output dihasilkan akan mampu bersaing dalam dunia kerja.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan penuh semua stakeholder, baik pemerintah, perusahaan dan pelaku usaha lainnya, agar bersedia memberdayakan para lulusan kami, sesuai dengan kompetensi dan keahlian dan keterampilannya masing-masing,” kata Chandrayanto.
Dan tambahnya, selaku yayasan yang menaungi penyelenggaraan pendidikan di Politeknik Muara Teweh, akan selalu berupaya bersinergi dengan pengelolaan Politeknik, untuk melakukan peningkatan sesuai kebutuhan dan tuntutan perkembangan yang ada, guna menunjang penyelenggaraan pendidikan berkualitas di masa akan datang.
Sementara itu Direktur Politeknik Muara Teweh, Noredial melaporkan dari 23 mahasiswa yang di yudisium, 19 orang diantarnya berasal dari Prodi managemen informatika dan 4 diantaranya dari prodi pertambangan.
Ia juga berpesan kepada 23 mahasiswa tidak lupa untuk tetap selalu produktif. Dharma bakti saudara telah ditunggu oleh keluarga dan masyarakat serta negara. “Jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan tak pernah berhenti memberi pelajaran,” tutupnya. (*)
Reportase : Tim redaksi

![Willy Dozan mengaku tak bisa lagi melakukan adegan ekstrem dalam film. Penyebabnya karena dia mengalami pengapuran di kaki. [Rena Pangesti/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/willy-dozan-360x200.jpg)




![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/purbaya-rupiah-anjlok-225x129.jpg)
![ARSIP-Suasana pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/bank-sampah-225x129.jpg)




![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/purbaya-rupiah-anjlok-360x200.jpg)
![ARSIP-Suasana pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/bank-sampah-360x200.jpg)








