Home / Metrokrim / News / Puruk Cahu

Senin, 14 Desember 2020 - 18:18 WIB

1 Orang Ditetapkan Tersangka, Tragedi Tewasnya 3 Penambang Tradisional di Murung Raya

Kapolres Mura AKBP I Gede Putu Widyana didampingi Kasat Reskrim AKP Ronny M Nababan, sat menggelar press rilis terkait peristiwa tewas tertimbun longsor tiga penambang emaas tradisional.

Kapolres Mura AKBP I Gede Putu Widyana didampingi Kasat Reskrim AKP Ronny M Nababan, sat menggelar press rilis terkait peristiwa tewas tertimbun longsor tiga penambang emaas tradisional.

1tulah.com, MURUNGRAYAPolres Murung Raya (Mura) menetapkan satu tersangka terkait tewasnya tiga penambang emas  tradisional di Desa Olong Hanangan Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.

Polres setempat menggelar press rilis, Senin (14/12/2020). Yang ditersangkakan adalah RB (41) yang tak lain mandor, sekaligus penanggung jawab pekerjaan tambang emas.

,

“Pelaku kita tersangkakan atas kasus tanah longsor di lokasi pertambangan rakyat yang mengakibatkan korban sebanyak tiga orang beberapa waktu lalu. Pelaku merupakan Mandor sekaligus penanggungjawabnya dari pekerjaan itu,” kata Kapolres Mura AKBP I Gede Putu Widyana didampingi Kasat Reskrim AKP Ronny M Nababan.

AKBP I Gede Putu Widyana menambahkan, pekerjaan itu menimbulkan korban jiwa menewaskan Riban, Lamri dan Reji maka yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu harus mempertanggungjawabkan secara hukum.

“Kita sangkakan saudara RB ini dengan 158 Undang Undang RI nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba dan atau pasal 359 KUHPidana,” jelas Kapolres.

Pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin pompa air, serta peralatan untuk menambang emas.

“Memang antara antara korban dengan tersangka ini masih ada kaitan keluarga, oleh karena menimbulkan korban jiwa maka tentu ada yang harus bertanggungjawab,” paparnya.

Berita terkait : Tiga Penambang Tradisional Tewas Tertimbun Tanah Longsor

Lokasi tambang emas rakyat di desa Olong Hanangan.

Ketika ditanya maraknya kegiatan pertambangan rakyat tanpa izin, Kapolres menyebutkan persoalan tersebut tidak bisa ditangani oleh pihaknya saja, namun juga peran pemerintan daerah dan pihak terkait.

“Karena yang berkerja pertambangan emas ini mayoritas masyarakat dan ini menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat Mura. Tentu ini akan kita bahas nantinya dengan pihak Pemda,” tukasnya.

Seperti diberitaka sebelumnya, tiga penambang emas tradisional di Desa Olong Hanangan Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya (Mura) Kalimantan Tengah tertimbun tanah longsor. Mereka Diban (55), Lapri (25) dan Reji (23) dan semuanya dilaporkan tewas.

Peristiwa naas itu terjadi pada Senin siang (7/12) sekitar pukul 13.00 Wib di lokasi tambang rakyat.  Dua korban berhasil ditemukan sore hari dan satu korban ditemukan Selasa (8/12/2020) dini hari.(sur/eni)

 Advertisement Here ,
,

Share :

Baca Juga

News

Kodim 1012/Btk Gelar TMMD di Bartim

Muara Teweh

Tiga Bidan di RSUD Muara Teweh dan Satu ASN di Kantor Bupati Juga Terkonfirmasi COVID-19

Metrokrim

Cewek Ngajak Kencan Lewat MiChat, Ternyata Menipu. Lelaki di Muara Teweh Banyak Jadi Korban

Berita

Jadwal Vaksinasi Covid-19 di Murung Raya Ditunda

Buntok

Pemilihan BPD, Dewan Menyarankan Tetap Menerapkan Prokes

Buntok

Pengelolaan APBDes Teluk Sampudau Diduga Merugikan Negara

Metrokrim

Mayat di Muara Wakat Ternyata Elis Yang Sudah Dua Hari Tak Pulang ke Rumah

Berita

Nyuri Laptop dan TV Alex Bolang Ditangkap Polisi
error: Content is protected !!