1TULAH.COM-Terlahir sebagai perempuan cantik itu adalah anugerah, tetapi menjadi cantik itu pilihan. Memang good looking selalu mendapat tempat yang hangat di mana pun.
Istilah Beauty Privilage bukan sekadar mitos. Dalam lingkup pergaulan sehari-hari ini nyata. Wajar apabila industri kecantikan sangat menjanjikan. Karena, perempuan cantik dan good looking itu selalu beruntung dalam segala hal.
Ha..lah, modal cantik doang. Awalnya saya tidak suka dengan kalimat itu. Kalimat yang terkesan menyalahkan orang yang terlahir cantik, tanpa mengindahkan usahanya untuk mencapai sesuatu.
Tapi lama-lama saya merasa kok ada benarnya, ya? Utamanya saat sudah mulai magang dan punya rekan yang visualnya plus. Tak hanya cantik, dia sendiri juga aktif dan ramah ke semua orang, tidak heran kalau dia mencuri hati banyak orang.
Saya sendiri tidak pernah punya masalah dengan teman yang satu itu, dia banyak membantu, tapi perasaan saya mulai tidak nyaman saat diperlakukan berbeda oleh orang-orang di sekitar.
Saya selalu berusaha humble dan aktif di sana, tapi respons mereka tidak seperti saat sedang ngobrol dengan teman saya yang cantik. Mereka selalu excited, tertawa renyah, dan saling melempar guyonan, sedangkan ajakan ngobrol saya sebatas ditanggapi dengan senyuman.
Setiap hari perasaan tidak nyaman itu terus bertambah, bahkan saat sudah dipindah ke divisi lain, kapanpun teman saya ikut nimbrung, otomatis saya tenggelam. Lama-lama jengkel juga.
Tapi kembali lagi, dia cantik juga bukan dia yang minta, itu pemberian Tuhan yang kalau saya benci saya sendiri yang dosa. Hanya satu hal yang saya sadari, beauty privilege itu memang ada.
Melansir dari laman CXO Media, beauty privilege atau pretty privilege adalah prinsip bahwa orang-orang yang dianggap menarik berdasarkan standar kecantikan yang ada di masyarakat, memiliki keunggulan, dan diberikan banyak kesempatan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa, yang dianggap tidak menarik oleh masyarakat.
Sebenarnya, bukan salah mereka yang good looking, tapi orang-orang di sekitar mereka (mungkin diri kita sendiri) yang berbuat tidak adil pada orang lain lah, yang sepatutnya mengubah mindset dan menghilangkan beauty standard.
Pada akhirnya, beauty standard inilah yang membuat semua perempuan ingin mengikuti standar kecantikan yang ada di masyarakat, seolah-olah dengan kecantikan segala hal bisa didapat. Karena yang ada di depan matanya, cantik itu dipuja, diagungkan, dan diistimewakan.
Semua orang layak mendapat pekerjaan, layak diperlakukan dengan ramah, dan layak berteman. (Sumber:Suara.com)


![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)




![Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/prabowo-opisisi-225x129.jpg)

![Menteri Luar Negeri, Sugiono usai pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Dok. Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sugiono-kritik-dino-225x129.jpg)

![Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri disebut bakal mengahdiri peringatan Hari Lahir Pancasila. [Dok. PDIP]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/mega-harlah-pancasila-225x129.jpg)




![Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/prabowo-opisisi-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



