Anak Sering Kurang Nyadar Telah Jadi Korban Kekerasan Seksual, Kenali Ini Ciri-cirinya ya Bun!

- Jurnalis

Senin, 13 Februari 2023 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak korban kekerasan seksual. [Shutterstock]

Ilustrasi anak korban kekerasan seksual. [Shutterstock]

1TULAH.COM-Kekerasan atau pelecehan seksual yang terjadi pada anak, sering kali jarang langsung diketahui oleh para orangtua. Selain terkadang takut melapor, anak-anak terkadang juga menganggapnya biasa.

Anak-anak sering kali kurang nyadar bahwa sebenarnya telah menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual. Kemampuan mereka yang masih lemah dalam menilai baik-buruknya sesuatu adalah juga menjadi salah satu faktornya.

Oleh karenanya dibutuhkan kepekaan dari para orangtua. Jangan sampai juga nggak nyadar atau bahkan cuek. Sebagai orang tua tentunya harus mengetahui beberapa ciri-ciri bahwa anaknya diduga mengalami pelecehan atau kekerasan seksual.

Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membenarkan bahwa anak korban kekerasan seksual takut untuk melapor pada orangtua, apalagi jika korban masih balita. Bagaimana ya cara mengenalinya?

Dikatakan Ketua Satgas Perlindungan IDAI, Dr. Eva Devita Harmoniati, umumnya anak korban kekerasan seksual, takut untuk melapor karena merasa malu, area pribadinya disentuh orang lain, yang akhirnya takut disalahkan.

“Takut disalahkan, akhirnya tidak bercerita, kalau tidak bercerita, akhirnya ia terus alami kekerasan seksual berulang, bisa juga karena ada ancaman dari pelaku, kalau laporkan bakal dikasih ancaman,” ujar Dr. Eva saat konferensi pers virtual, Kamis (9/2/2023).

Baca Juga :  Respons Aksi "Reformasi Militer", DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri

Akibat enggan melaporkan ini, akhirnya orangtua perlu tahu tanda bahaya atau red flag dan harus dicurigai jika anak balita jadi korban kekerasan seksual, seperti sebagai berikut:

  1. Kenali Perilaku Anak Berubah

Umumnya orangtua tahu ada yang berubah pada sikap anak yang tidak biasa, seperti mengurung diri, menutup diri, dan tidak mau berbicara sedikitpun.

“Anak-anak alami kekerasan seksual, pasti ada mengalami perubahan perilaku, anaknya mengurung diri, tidak mau ngobrol dengan terbuka, makan banyak jadi sedikit,” papr Dr. Eva.

  1. Alami Sakit Tidak Biasa

Setelah perilakunya berubah, karena tidak mau makan dan stres, hasilnya anak tersebut malah sakit-sakitan. Bahkan ia tidak mau keluar rumah bersosialisasi dengan teman-temannya, termasuk tidak ingin pergi ke sekolah.

  1. Sakit Ketika BAK dan BAB

Meski balita belum bisa cerita apa yang sudah dialaminya, dan tidak mengerti jika itu adalah kekerasan seksual. Maka orangtua wajib curiga jika tetiba anak merasa sakit saat buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB).

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

“Ketika dicebokin keluh sakit, pelan-pelan ditanya, coba dilihat, karena balita itu nggak bisa menceritakan dengan runtut,” jelas Dr. Eva.

  1. Ajak Bicara Anak Perlahan

Jika anak sudah menunjukan gejala mengkhawatirkan di atas, coba tanya perlahan dengan hati-hati dia belakangan main dengan siapa, tanya kenapa sakit pernah ada yang memegang tanpa izin atau alat genitalnya mendapat perlakuan tidak seharusnya.

  1. Ajak Periksa ke Dokter

Saat dugaan sudah semakin kuat, tapi anak masih enggan bercerita atau sedikitpun membuka mulut, maka menurut Dr. Eva tidak ada salahnya langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan diagnosis pasti.

“Ketika curiga tapi nggak mau cerita, segera bawa ke dokter, maka dokter akan membantu elaborasi, analisis lebih jauh dan biasanya bekerja sama dengan psikolog,” Dr. Eva. (Sumber:suara.com)

 

Berita Terkait

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji
Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos
Respons Aksi “Reformasi Militer”, DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri
Skandal Chat Mesum FH UI: 16 Mahasiswa Terseret, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Kamis, 16 April 2026 - 15:58 WIB

Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos

Kamis, 16 April 2026 - 13:10 WIB

Respons Aksi “Reformasi Militer”, DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri

Kamis, 16 April 2026 - 10:25 WIB

Skandal Chat Mesum FH UI: 16 Mahasiswa Terseret, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru