1tulah.com, PALANGKA RAYA-Keberadaan Raperda tentang pengelolaan DAS di Kalteng, sangat strategis. Tidak hanya, mengacu kepada upaya menjaga ekosistem di kawasan DAS, melainkan pula masyarakatnya.
Kondisi ini menjadi salah satu kendala atau pertimbangan hingga pembahasan Raperda tentang Pengelolaan DAS itu harus terunda, dan belum bisa diselesaikan pada tahun 2022 ini, sebagaimana yang sudah dijadwalkan semula.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Sudarsono mengatakan, hingga saat ini raperda tentang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Kalteng, masih dalam tahap pengkajian dan pembahasan mendalam.
Pasalnya, dalam raperda itu masih ada persoalan atau masalah krusial yang berpotensi dapat merugikan masyarakat, sehingga perlu dikaji secara rinci dan dibahas, agar bisa memberi manfaat kepada masyarakat umumnya di Kalteng.
“Makanya raperda itu belum rampung pembahasannya tahun 2022 ini, karena memang masih perlu kita kaji dan bahas secara mendalam, supaya tidak ada persoalan atau masalah kedepannya,” kata Sudarsono kepada 1tulah.com, Rabu (7/12/2022).
Sudarsono menerangkan, keberadaan perda pengelolaan DAS ini nantinya tidak hanya sebagai payung hukum dalam upaya melindungi kawasan DAS saja, akan tetapi juga diharapkan bisa memberikan peluang bagi masyarakat, yang masih mencari sumber penghidupan di kawasan sungai.
“Ini yang harus kita teliti, jadi tidak sembarangan dalam membahas raperda. Jangan nantinya hanya bisa memberi perlindungan terhadap kawasan DAS dan pelestariannya, tapi justru masyarakat tidak bisa lagi mencari sumber kehidupan di aliran sungai,” ujarnya.
Diungkapkannya, di wilayah Kalteng sendiri masih banyak kalangan masyarakat yang bergantung hidup dengan beraktivitas di aliran sungai, sehingga diharapkan pemerintah, tidak menerbitkan aturan kaku, yang akhirnya justru memberatkan dan mempersulit masyarakat.
“Jadi jangan sampai raperda itu justru nanti menghilangkan kesempatan masyarakat untuk beraktivitas dan mencari penghidupan di DAS, ini yang kita tidak inginkan. Oleh karenanya akan kita upayakan agar bisa memberi manfaat bagi semua baik daerah maupun masyarakat,” pungkasnya. (Ingkit)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


