Pasca Anies Baswedan Tinggalkan Jakarta, Politisi Golkar Ini Bandingkan dengan Kinerja Ahok, Siapa yang Lebih Bagus?

- Jurnalis

Senin, 14 November 2022 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Instagram @basukibtp)

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Instagram @basukibtp)

1TULAH.COM-Sudah hampir sebulan Anies Baswedan mengkhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat ini hasil kinerja Anies Baswedan selama lima tahun, dapat dengan jelas dilihat masyarakat.

Banyaknya hasil pembangunan yang bersifat positif sepeninggal Anies Baswedan ini, secara tidak langsung  merupakan jawaban terhadap keraguan terhadap kemampuannya membawa Jakarta menjadi lebih baik.

Fakta ini rupanya mendorong politisi Partai Golkar Andi Sinulingga membandingkannya, dengan kinerja Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok saat memimpin DKI Jakarta.

Siapa yang lebih bagus?

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sempat diklaim sebagai sosok pemimpin yang tak tergantikan untuk memimpin DKI Jakarta. Klaim yang goreng oleh para buzzer tersebut terjadi sejak 2014 hingga 2017.

Para buzzer mengaku, di tangan pemimpin lain setelah Ahok, Jakarta akan hancur.

Namun, politisi Partai Golkar Andi Sinulingga membantah klaim tersebut. Menurut dia, Gubernur DKI Jakarta setelahnya yang dimenangkan oleh Anies Baswedan membangun ibukota menjadi lebih indah dan hidup.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

“Dulu seluruh kekuatan mereka gunakan untuk framing bahwa Jakarta akan hancur jika Ahok tak lagi Gubernur DKI, at all cost mereka untuk itu,” ujar Andi Sinulingga melalui akun Twitternya dikutip pada Minggu, (13/11/2022).

Fakta membuktikan, lanjut Andi, bahwa Jakarta tanpa Ahok pun tak apa-apa. Sebab, mantan Menteri Pendidikan menunjukan kinerja sesuai yang diharapkan rakyat Jakarta. Bahkan kinerja Anies jauh lebih baik dari Ahok.

Sehingga, mitologi yang dibangun kalau Ahok dikirim tuhan untuk selamatkan Jakarta itu gugur atau ambruk.

“Fakta beri bukti bahwa Jakarta justru jauh lebih baik tanpa Ahok,” tutur dia.

Unggahan tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah warganet, berikut komentarnya.

“Makhluk jorok itu memang gak bisa kerja di Jakarta dia buat kisruh di pertamina dia merusak. Koar koar buat untung malah buntung dan naik harga,” ucap warganet.

Baca Juga :  Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

“Dan benar. Waktu telah menyaksikan bahwa selepas Ahok yang hebat Jakarta hancur. Junjunganmu gak becus apa apa. Cuma cengar cengir mbanggain Inggrisnya,” cuit publik.

“Untungnya 5 tahun segera diganti jika tidak anggaran dikeruk terus untuk hal tak guna,” kata neter.

“Emang nya Ahok bikin apa di jakarta? Coba tunjukin di sini,” pinta netizen.

“Nggak usah main framing 2an, rakyat punya mata, kecuali kadrun, gelap mata,” ujar warganet lain.

Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan kini telah lengser dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Anies melanjutkan karir politiknya ke kanca nasional. Dia mendapat sobekan tiket bakal calon presiden dari Partai NasDem. Pencalonan Anies tuai pro dan kontra. (Sumbe:suara.com)

 

 

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB