Dijadwalkan 10 November 2022, Deklarasi Koalisi Perubahan Batal, Alasannya Masih Menunggu Kesiapan PKS dan Partai Demokrat

- Jurnalis

Kamis, 10 November 2022 - 04:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anies Baswedan bertemu ketum demokrat, elite PKS, Nasdem dan PKS dalam tim kecil Koalisi Perubahan [Foto ist/ IG @aniesbaswedan/suara.com]

Anies Baswedan bertemu ketum demokrat, elite PKS, Nasdem dan PKS dalam tim kecil Koalisi Perubahan [Foto ist/ IG @aniesbaswedan/suara.com]

1TULAH.COM-Momentum Hari Pahlawan 10 November 2022, sedianya menjadi waktu paling tepat untuk mendeklarasikan Koalisi Perubahan Partai NasDem, PKS dan Partai Demokrat.

Deklarasi tersebut rupanya dipastikan tidak bisa terlaksana. Dengan alasan belum siapnya PKS dan Partai Demokrat jika deklarasi pada 10 November 2022. Dalam hal ini PKS masih menunggu hasil rapat majelis syuro dan Partai Demokrat disebabkan Ketua Umum AHY sedang berada di luar negeri.

Tak hanya itu, deklarasi koalisi perubahan yang semula akan dikemas dengan deklarasi bersama, juga diganti kesepakatan yang dituangkan masing-masing partai, dan dijadwalkan pada akhir tahun 2022 ini.

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya mengungkapkan jika deklarasi dari “Koalisi Perubahan” bersama calon mitra koalisi dari PKS dan Partai Demokrat batal digelar pada 10 November 2022.

Willy juga mengatakan, deklarasi tersebut kemungkinan baru bisa dilakukan sebelum akhir tahun. “Dipastikan 10 November ini tidak jadi deklarasi bersama,” ujar Willy di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Alasan dibatalkannya rencana deklarasi Koalisi Perubahan kata willy, lantaran PKS harus menggelar rapat majelis Syuro terlebih dahulu pada Desember mendatang.

Selain itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sedang berada di luar negeri, baru bisa kembali ke Tanah Air pada 10 November ini.

“Di satu sisi, PKS akan menggelar rapat majelis Syuro itu pada akhir tahun, Desember nanti. Kedua, Mas AHY dan kawan-kawan baru pulang sekitar 10 November ini,” terangnya.

Willy menjelaskan, pihaknya menghormati mekanisme di setiap parpol calon mitra koalisi.

“Ya kita tunggu lah ya, tentu kita harus menghormati mekanisme partai, sebagaimana masing-masing partai,” katanya.

Namun, Willy memastikan bahwa komitmen yang telah dibangun masing-masing parpol sebagai calon penggagas “Koalisi Perubahan” akan semakin berkurang alias mengerucut.

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Dia mengatakan, saat ini ketiga parpol hanya perlu mengungkapkan kesepahamannya dalam bentuk kesepakatan formal.

“Paling tidak, komitmen demi komitmen itu sudah semakin mengerucut, bagaimana kesepahaman tinggal dituangkan formal saja menjadi kesepakatan bersama, gitu,” katanya.

Kemudian, Willy mengatakan rencana deklarasi akan dilaksanakan akhir tahun ini. Namun menurutnya, kesepakatan membentuk koalisi tidak harus menjadi deklarasi bersama, tetapi dengan kesepakatan secara satu per satu.

“Paling cepat akhir tahun. Tapi itu tidak tertutup kemungkinan secara one by one. Setelah NasDem, Demokrat, mungkin PKS. Jadi tidak mesti deklarasi bersama, tapi juga bisa partai per partai, karena itu juga kita mengutamakan satu, spiritnya yang sama dengan namanya

“Koalisi Perubahan”. Yang kedua adalah skenario mana yang mungkin efektif dalam tim kecil kami bahas,” terang Willy. (Sumber:suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB