Dua Kru Pesawat Latih TNI AL Belum Ditemukan, Begini Kronologi kejadian Kecelakaan

- Jurnalis

Kamis, 8 September 2022 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat latih G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL yang mengalami kecelakaan (foto.suara.com)

Pesawat latih G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL yang mengalami kecelakaan (foto.suara.com)

1TULAH.COM – Dua kru pesawat latih milik TNI AL yang mengalami kecelakaan pesawat Rabu 7 September di selat Madura hingga kini belum ditemukan.

Kecelakaan pesawat latih G-36 Bonanza milik TNI AL ini pun menyita perhatian publik.

Pasalnya, pesawat latih yang dikenal sebagai “pemenang” di kelasnya ini merupakan salah satu pesawat dengan spesifikasi pesawat latih yang lumayan canggih.

Kecelakaan yang melibatkan dua kru dari TNI AL ini hingga kini masih dalam proses pencarian. Simak inilah 5 fakta jatuhnya pesawat latih Bonanza di Selat Madura.

1. Kronologi awal

Pesawat latih G-36 Bonanza T-2503 milik TNI Angkatan Laut ini diketahui lepas landas dari Bandara Juanda pada pukul 08.45 WIB pada Rabu, (7/9/2022) untuk melaksanakan latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise).

Pesawat latih yang dikemudikan oleh dua kru TNI AL ini bertugas sebagai penyerang dalam latihan Anti Serangan Udara ini. Namun, pada pukul 09.05 tiba-tiba pesawat latih ini hilang kontak dan beberapa saat kemudian dinyatakan terjatuh di sekitar selat Madura.

2. Jatuh saat latihan serangan udara

Baca Juga :  Anggaran Cekak, DPRD Kalteng Beri Sinyal Formasi CPNS 2026 Tak Ada Lowongan

Pesawat latih Bonanza ini awalnya masuk dalam jajaran Konvoi KRI Armada II untuk melakukan latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise).

Pesawat Bonanza ini juga bertujuan mendukung giat ADEX SIAGA ARMADA II dan bertugas sebagai pesawat penyerang jika suatu saat mendapat serangan udara dari pihak eksternal di kegiatan TNI AL tersebut.

3. TNI kerahkan pasukan untuk pencarian

Berita terjatuhnya pesawat latih Bonanza ini langsung direspons oleh pihak TNI AL. Setidaknya, ada 13 KRI diturunkan untuk melakukan pencarian terhadap tubuh pesawat dan dua orang kru yang terlibat dalam penerbangan pesawat latih ini.

Tak hanya tim KRI, TNI AL juga menurunkan para anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban pesawat jatuh ini.

Kepala Dinas Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Julius Widjojono juga mengungkap bahwa pihaknya telah menurunkan banyak pasukan, termasuk tim penyelam.

“Ada 1 tim penyelam dalam pencarian.” ujarnya.

Upaya pencarian dan penyelamatan ini juga dipimpin oleh dua pimpinan TNI AL, yaitu Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI TSNB Hutabarat dan Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Deny Prasetyo.

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

4. Identitas kru diungkap

Dua orang kru pesawat, yaitu Letnan Satu (Lettu) Yudistira Eka Permadi dan Letnan Dua (Letda) Dendi Krisna Bakti kini masih di dalam pencarian karena masih berstatus kru yang hilang dalam kecelakaan pesawat ini.

Keduanya yang memang bertugas sebagai pilot dan ko-pilot ini terakhir kali masih melaporkan status terakhir pesawat, hingga akhirnya hilang kontak selama 10 menit dan dinyatakan jatuh beberapa saat setelah hilang.

5. Dugaan lokasi jatuh

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan mengungkap bawa tim ahli TNI AL sudah mendapatkan titik pasti terjatuhnya pesawat latih Bonanza tersebut.

“Memang secara gambar (pesawat) yang ada di sonar itu bentuknya hanya silhoutte. Masih terlihat bentuk pesawatnya di kedalaman antara 10-15 meter (di bawah laut),” jelas Dwika.

Pesawat latih Bonanza ini juga dinyatakan layak terbang, namun hasil penemuan dan pencarian dari TNI AL nantinya akan mengungkap penyebab terjatuhnya pesawat ini secara tuntas. (sumber : suara.com)

Berita Terkait

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos
Respons Aksi “Reformasi Militer”, DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri
Skandal Chat Mesum FH UI: 16 Mahasiswa Terseret, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan
Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Kemenkes RI Soroti Maraknya Promosi Vape di Medsos

Kamis, 16 April 2026 - 13:10 WIB

Respons Aksi “Reformasi Militer”, DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri

Kamis, 16 April 2026 - 10:25 WIB

Skandal Chat Mesum FH UI: 16 Mahasiswa Terseret, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

Kamis, 16 April 2026 - 09:08 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!

Berita Terbaru