Anggaran Cekak, DPRD Kalteng Beri Sinyal Formasi CPNS 2026 Tak Ada Lowongan

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purdiono, politisi Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Foto:Dok./1tulah.com

Purdiono, politisi Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Foto:Dok./1tulah.com

1TULAH.COM-Kabar kurang sedap menghampiri para pencari kerja di Kalimantan Tengah. Harapan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini tampaknya harus diredam.

Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2026 terancam tidak dibuka akibat keterbatasan anggaran daerah yang drastis.

Defisit Anggaran Jadi Penghambat Utama

Kondisi fiskal Kalteng saat ini sedang mengalami tekanan hebat. Pemangkasan dana transfer daerah dan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat menjadi penyebab utama sempitnya ruang belanja daerah.

Data menunjukkan penurunan yang sangat signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng. Dari yang sebelumnya mencapai Rp 10 triliun, kini menyusut tajam hingga tersisa sekitar Rp 5 triliun. Penurunan hingga 50% ini memaksa pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk dalam hal penambahan pegawai baru.

Tekanan Belanja Pegawai dan Kebijakan Pusat

Selain penurunan pendapatan, daerah juga dihadapkan pada porsi belanja pegawai yang sudah sangat besar. Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi persentase anggaran untuk gaji pegawai membuat daerah sulit untuk menambah personil baru tanpa mengganggu stabilitas keuangan.

Baca Juga :  99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, mengungkapkan bahwa beban gaji pegawai yang ada saat ini sudah cukup menguras kantong daerah.

“Ada potensi ke arah sana (penerimaan CPNS terancam tak dibuka) jika APBD memang tidak mampu menanggung tambahan pegawai,” ujar Purdiono, Jumat (10/4/2026).

Belum Ada Keputusan Pasti dari Pusat

Hingga saat ini, nasib formasi CPNS 2026 di Kalteng masih menggantung. Pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat serta melakukan kajian mendalam terhadap kemampuan fiskal daerah.

Menurut Purdiono, terdapat kontradiksi antara kebijakan di tingkat pusat dengan fakta di lapangan.

  • Peluang Pusat: Pemerintah pusat memberikan sinyal pembukaan seleksi secara nasional.

  • Fakta Daerah: Penurunan DBH dan dana transfer justru mencekik kemampuan daerah untuk membiayai pegawai baru tersebut.

Baca Juga :  Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

“Di satu sisi pemerintah pusat membuka peluang, tetapi di sisi lain juga seperti menutup keran. Ini yang menjadi persoalan dan menimbulkan tanda tanya,” tambah Purdiono.

Imbauan DPRD: Prioritaskan Stabilitas Keuangan

DPRD Kalteng meminta Pemerintah Provinsi untuk sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan kepegawaian tahun ini. Penambahan pegawai tanpa perhitungan anggaran yang matang dikhawatirkan akan merusak stabilitas keuangan daerah dan mengganggu kualitas pelayanan publik lainnya.

Ringkasan Kondisi CPNS Kalteng 2026:

Faktor Kondisi Saat Ini
Status Formasi Terancam tidak dibuka/Masih dikaji
Kondisi APBD Turun dari Rp 10 T menjadi Rp 5 T
Penyebab Utama Pemangkasan Dana Transfer & DBH Pusat
Dampak Ruang fiskal untuk pegawai baru menyempit

Masyarakat diharapkan untuk tetap memantau informasi resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan tidak terburu-buru mengambil spekulasi sebelum ada keputusan final yang dirilis oleh pemerintah. (Ingkit)

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru