Potensi Usaha Sarang Burung Walet di Kalteng Menjanjikan, Sayang Masih Belum Didukung Industri Pengolahan

- Jurnalis

Selasa, 28 Juni 2022 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Lohing Simon mengharapkan pemda di Kalteng dapat mengupayakan industri penglolahan sumber daya alam berskala besar.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Lohing Simon mengharapkan pemda di Kalteng dapat mengupayakan industri penglolahan sumber daya alam berskala besar.

1tulah.com, PALANGKA RAYA-Usaha sarang burung walet merupakan salah satu yang banyak dilakukan masyarakat Kalteng untuk mendukung perekonomian keluarga. Tak heran, hampir setiap kawasan di Bumi Tambun Bungai ini, sangat mudah untuk menemukan rumah-rumah walet.

Kondisi ini mendorong banyaknya para pengepul sarang burung walet dari luar Kalteng. Hingga saat ini hasil produksi sarang burung walet, masih dijual ke luar.

Ke depannya anggota DPRD Kalteng, Lohing Simon mendorong pemda agar dapat bekerja sama dengan pihak swasta untuk membangun industri pengolah sarang burung walet di Kalteng.

Menurut Lohing, usaha sarang burung walet merupakan salah satu usaha yang menjanjikan. Bahkan, di Kalteng sendiri usaha ini sudah menjadi primadona bagi kalangan masyarakat. Hal itu terlihat ada begitu banyak gedung sarang walet yang berdiri di wilayah Kalteng.

Baca Juga :  Menguak Gurita Kasus Suap BPK Sumsel dan Pemkab Muara Enim: Siapa Saja Tersangkanya?

“Sarang burung walet ini harus dapat dimanfaatkan oleh daerah kita sendiri, karena jika dijual menjadi produk jadi yang bahan bakunya dari sarang walet maka harganya pasti akan lebih mahal,” kata Lohing Simon kepada 1tulah.com, Senin (27/6/2022).

Lohing mengungkapkan, Provinsi Kalteng merupakan salah satu daerah penghasil sarang burung walet terbesar di Indonesia. Hanya saja, dari segi harga masih bisa dipermainkan oleh pengepul dari luar wilayah Kalteng, sehingga hal itu tentu sangat merugikan.

Baca Juga :  Indonesia Emas atau Cemas? Ketika Budiman Sudjatmiko dan Mahasiswa Semarang Terlibat Benturan Narasi

Oleh karena itu, apabila di Kalteng sendiri memiliki industri pengolah sarang burung walet ini, maka diharapkan dari segi harga bisa terkendali dan lebih menguntungkan bagi masyarakat yang memiliki usaha tersebut.

Selain itu, dengan adanya industri pengolah tersebut juga tentunya akan dapat membuka lapangan usaha, kerja, dan yang paling penting yakni untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak usaha sarang burung walet ini.

“Karena kita melihat animo masyarakat membangun sarang burung walet di Kalteng ini cukup tinggi, sebab hasilnya menjanjikan. Peluang inilah yang harus dapat menjadi perhatian pemerintah,” imbuhnya. (Ingkit)

 

Berita Terkait

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh: Wamensesneg dan Kivlan Zen Terluka dalam Bentrokan di GBK
Pengambilan Sumpah PNS di Kalteng, ASN Diminta Profesional dan Fokus Melayani Masyarakat
Heboh Aliansi BEM Bersatu: Tuding Eks Petinggi Militer, Justru Dihantam Badai Klarifikasi Kampus
Alex Marquez Siap Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Lampu Hijau Tim Medis di Brno
7 Bulan Tanpa Tersangka, Kasus Pemerkosaan Buruh Disabilitas PT USU Dibawa ke Jakarta
Serap Aspirasi di Kotim dan Seruyan, Ferry Khaidir: Warga Dapil II Mayoritas Minta Perbaikan Infrastruktur Dasar
Pemprov Kalteng Perkuat Tata Kelola Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Mendorong Investasi
Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus 9,1 Miliar Dolar AS, Naik Tajam 64 Persen!

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:55 WIB

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh: Wamensesneg dan Kivlan Zen Terluka dalam Bentrokan di GBK

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:26 WIB

Pengambilan Sumpah PNS di Kalteng, ASN Diminta Profesional dan Fokus Melayani Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:01 WIB

Heboh Aliansi BEM Bersatu: Tuding Eks Petinggi Militer, Justru Dihantam Badai Klarifikasi Kampus

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:45 WIB

Alex Marquez Siap Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Lampu Hijau Tim Medis di Brno

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:42 WIB

7 Bulan Tanpa Tersangka, Kasus Pemerkosaan Buruh Disabilitas PT USU Dibawa ke Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:36 WIB

Serap Aspirasi di Kotim dan Seruyan, Ferry Khaidir: Warga Dapil II Mayoritas Minta Perbaikan Infrastruktur Dasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Tata Kelola Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Mendorong Investasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:53 WIB

Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus 9,1 Miliar Dolar AS, Naik Tajam 64 Persen!

Berita Terbaru