Legislator Minta Pemkab Barut Perhatikan Pasar, Bukan Buper yang Disokong Dana Rp5 Miliar Lebih

- Jurnalis

Senin, 24 Januari 2022 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Salah satu pusat perbelanjaan di Kota Muara Teweh. Foto.Deni/1tulah.com

Foto : Salah satu pusat perbelanjaan di Kota Muara Teweh. Foto.Deni/1tulah.com

1tulah.com, MUARA TEWEH– Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah diminta memperhatikan pasar. Selain jadi pusat ekomoni, kondisi pasar saat ini ramai dibincangkan warga. Apalagi saat ini terkait masih banyaknya pedagang Pasar Pendopo tidak mendapat tempat berjualan.

“Harusnya pasar ini yang diperhatikan pemerintah bukan Buper yang lagi-lagi mendapat dana hingga 5 miliar. Lihat sekarang kondisi pasar kita, selain kumuh dan semrawut, kerusakan bangunan terlihat jelas. Belum lagi pedagag mengeluh banyak tidak mendapat tempat berjualan,” ujar Haji Tajeri, anggota DPRD Barito Utara, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan, sebagai wakil rakyat dirinya bersama anggota dewan lain mendukung pemerintah dalam penganggaran biaya renovasi pasar dan pusat perbelanjaan lainnya.

“Kapan perlu di anggaran perubahan bisa dialokasikan oleh pemerintah, baik untuk rehab dan pengembangan Pasar Pendopo dan juga rehab Pusat Perbelanjaan Perkotokan Barito Permai,” terangnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar), Hajrannor, di gedung DPRD menceritakan, tahun 2018 pihaknya mengajukan usulan pembangunan Pasar Pendopo yang terbakar senilai Rp63 miliar.

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Kontruksi bangunan bertingkat tiga dan bangunan itu terkoneksi dengan Pertokoan Barito Permai. Karena pemerintah daerah tidak ada biaya, rencana itu masih sebatas wacana. Disperindagsar lanjut Hajrannor, melobi ke pusat, dan dapat dana pembantuan sebsar Rp 2,3 miliar.

“Jadi dari dana itulah yang dibangun Pasar Pendopo, ditambah bangunan dari dana APBD daerah sebesar Rp1 miliar untuk 16 kios di depan dan samping. Kami juga sempat kordinasi dengan dinas PUPR minta dimasukkan anggaran pelebaran tanah timbunan di belakang pasar, tetapi tidak dianggarkan,” beber Hajran.

Diakhir tahun 2021, saat akan diresmikannya Jembatan Pengulu Iban, Bupati, kata Hajrannor memerintahkan dinas mereka, agar semua pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Panglima Batur hingga ke batas jembatan Butong, masuk ke lokasi Pasar Pendopo. termasuk pula pedagang di Lapangan Hijau.

Baca Juga :  Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

“Karena lapak dan kios tak cukup, makanya pedagang bangun sendiri kios, menggunakan papan dan atap bekas berjualan di pinggir sungai dan pasar Lapangan Hijau. Kios tidak cukup, maka dilakukan verifikasi, mereka satu kartu keluarga hanya bisa dapat satu kios tak boleh lebih. Makanya masih ada tersisa ratusan pedagang yang belum mendapat kios dan tengah kita carikan solusinya sampai hari ini,” tukas Hajran.

Sementara itu, Handy warga Kelurahan Melayu mengaku mendukung hal yang disampaikan para wakil rakyat. Pemerintah hendaknya lebih memikirkan serius terkait pengembangan kawasan perekonomian seperti pasar.

“Orang yang datang ke Muara Teweh ini pasti kunjungan pertamanya ke pasar. Jadi tidak ada salahnya jika pasar diperbaiki bahkan dibangun megah. Mungkin lebih urgen dari membangun jembatan-jembatan yang menyeberangi Sungai Barito,” kata dia.

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru