1TULAH.COM-Ancaman bahaya narkotika kini tidak lagi sekadar menjadi masalah di perkotaan. Peredaran gelap barang haram ini kian merambah hingga ke pelosok pedesaan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan menyasar kelompok usia produktif dan anak-anak.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Siti Nafsiah, meminta seluruh pihak memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba secara masif hingga tingkat desa.
Penyebaran Narkoba Merambah Pedesaan, Masyarakat Diminta Waspada
Siti Nafsiah menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lengah dan menganggap kawasan pedesaan aman serta terbebas dari ancaman peredaran narkoba. Reality di lapangan menunjukkan bahwa para pelaku tindak kejahatan narkotika terus memperluas jaringan operasinya.
“Jangan dianggap mereka di desa lalu tidak tahu apa-apa, justru di sana itu juga berkembang dan marak,” tegas Siti Nafsiah, Senin (13/7/2026).
Fenomena ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat agar tetap waspada dan aktif mengawasi lingkungan sekitar.
Pentingnya Edukasi Sejak Dini: Siswa SD dan SMP Jadi Target Modus Baru
Salah satu sorotan utama Komisi II DPRD Kalteng adalah perlunya perluasan sosialisasi bahaya narkoba ke kelompok usia yang lebih muda, khususnya murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Anak-anak kini kian rentan menjadi target para pengedar karena beragam modus baru yang menyamarkan narkoba dalam bentuk:
-
Makanan ringan dan permen yang menarik perhatian anak.
-
Produk minuman olahan berdesain kemasan menarik.
-
Barang konsumsi harian yang dikemas secara terflasifikasi.
Edukasi sejak dini di bangku sekolah sangat krusial agar anak-anak memiliki pemahaman mandiri untuk mengenali, menolak, dan menghindari berbagai modus bujuk rayu pengedar.
Sinergi Lintas Sektor dan Peran Tokoh Adat serta Agama
Menurut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kalteng ini, pemberantasan dan penanggulangan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan langkah penegakan hukum oleh aparat kepolisian semata.
Pendekatan pencegahan yang efektif memerlukan kolaborasi aktif dari berbagai elemen:
-
Lingkungan Keluarga: Menjadi benteng pertahanan utama dalam mengawasi perubahan perilaku anak.
-
Institusi Pendidikan: Menyelipkan materi bahaya narkoba dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler.
-
Pemerintah Desa & Lingkungan Kerja: Membangun sistem deteksi dini dan sistem keamanan lingkungan (Siskamling).
-
Tokoh Adat & Tokoh Agama: Memperkuat moralitas dan benteng spiritual masyarakat memanfaatkan kearifan lokal serta nilai budaya daerah.
Dukungan Anggaran dan Operasional dari Pemerintah Daerah
Guna mengoptimalkan gerakan antinarkoba, DPRD Kalteng mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberikan dukungan nyata, di antaranya:
-
Pengalokasian Anggaran Memadai: Mengalokasikan pos anggaran operasional khusus untuk program pencegahan, sosialisasi, pembinaan masyarakat, hingga layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.
-
Dukungan Operasional Aparat Penegak Hukum: Memberikan fasilitas perlengkapan, pelatihan teknis, serta dukungan sarana-prasarana bagi aparat penegak hukum di wilayah Kalteng.
Dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai diyakini dapat membuat pelaksanaan program penanggulangan narkoba di Kalimantan Tengah berjalan lebih optimal, terstruktur, dan tepat sasaran demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. (Ingkit)

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)






![Ilustrasi perundungan di sekolah. [Ist]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/perundungan-guru-225x129.jpg)






![Ilustrasi perundungan di sekolah. [Ist]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/perundungan-guru-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

