DPRD Kalteng Minta Stabilitas Harga TBS Sawit Dijaga Demi Kesejahteraan Petani

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hero Harapanno Mandouw. Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hero Harapanno Mandouw. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Bumi Tambun Bungai. Langkah pengawasan ini sangat krusial agar tren positif kenaikan harga tidak sebatas angka di atas kertas, melainkan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan para petani, terutama kelompok petani swadaya.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, menyampaikan bahwa tren kenaikan harga TBS yang belakangan terjadi membawa angin segar bagi sektor perkebunan daerah. Kendati demikian, ia mengingatkan agar dinamika pasar yang membaik ini diiringi dengan mitigasi fluktuasi harga yang kerap merugikan posisi tawar petani lokal.

“Kami sangat bersyukur harga TBS mulai naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani, khususnya petani lokal dan swadaya. Namun, yang paling krusial saat ini adalah bagaimana menjaga agar harga ini tetap stabil,” ujar Hero Harapanno Mandouw, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Hero menekankan bahwa komoditas kelapa sawit sejauh ini masih menjadi tulang punggung perekonomian ribuan keluarga di berbagai kabupaten/kota se-Kalteng. Oleh karena itu, iklim usaha yang kondusif serta kepastian penetapan harga resmi perlu dikawal secara ketat oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Menurut politisi dari Partai Demokrat Kalteng ini, kepastian dan stabilitas harga TBS memberikan landasan yang kuat bagi petani dalam beberapa hal penting:

  • Kepastian Pendapatan dan Pengelolaan Kebun: Stabilitas harga memudahkan petani merencanakan biaya perawatan, pembelian pupuk, dan optimalisasi tata kelola perkebunan secara berkesinambungan.

  • Peningkatan Produktivitas: Jaminan harga yang layak mendorong motivasi petani swadaya untuk terus meningkatkan hasil panen dan kualitas TBS sesuai standar pabrik kelapa sawit (PKS).

  • Penguatan Ekonomi Keluarga: Dampak langsung dari harga yang terjaga secara konsisten adalah bertambahnya daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat tapak.

Baca Juga :  Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Ia juga menyoroti pentingnya fungsi pengawasan di lapangan dalam proses penerapan harga pembelian TBS. Kebijakan penetapan harga yang dikeluarkan oleh dinas terkait harus dipastikan berjalan efektif hingga ke tingkat PKS dan pengepul, tanpa ada potongan atau penetapan harga sepihak yang merugikan petani.

“Manfaatnya harus merata. Jangan sampai kebijakan kenaikan ini hanya manis di atas kertas, tetapi harus benar-benar menyentuh dan dirasakan langsung oleh petani di lapangan. Pengawasan terhadap implementasi harga TBS harus terus diperkuat,” tegas Hero.

DPRD Kalteng berharap adanya transparansi serta tata niaga TBS yang sehat antara PKS, kemitraan koperasi, dan petani independen. Dengan pengawasan terpadu dan regulasi yang ditaati bersama, peningkatan harga TBS diharapkan mampu menjadi penopang utama percepatan kesejahteraan petani sawit di seluruh penjuru Kalimantan Tengah. (Ingkit)

Berita Terkait

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Berita Terbaru