Komisi III DPRD Kalteng: Optimalisasi PAD Jadi Kunci Kemandirian Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Wengga Febri Dwi Tananda. Foto:Dok/1tulah.com

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Wengga Febri Dwi Tananda. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan bahwa penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus mendorong kemandirian fiskal daerah.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang ada agar tidak terus-menerus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurut Wengga, Pemprov Kalteng perlu melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem pengelolaan pendapatan daerah. Pembenahan tersebut meliputi penguatan administrasi, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga optimalisasi potensi aset-aset yang dimiliki daerah.

“Optimalisasi PAD tidak cukup hanya dengan menaikkan target penerimaan. Pemerintah juga harus memperkuat administrasi, memanfaatkan teknologi informasi, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengelola aset daerah secara lebih efektif. Kemandirian fiskal menjadi modal penting agar pembangunan bisa terus berjalan,” ujar Wengga di Palangka Raya, Selasa (07/07/2026).

Baca Juga :  Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Memperluas Ruang Fiskal Daerah

Wengga menjelaskan bahwa kemampuan daerah dalam menghimpun PAD akan sangat menentukan besarnya ruang fiskal yang dimiliki. Semakin besar pendapatan mandiri yang dikelola, semakin luas pula fleksibilitas pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program prioritas tanpa terbatas oleh kebijakan dana transfer pusat.

Penguatan PAD ini dinilai akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan pembangunan di Kalimantan Tengah, antara lain:

  • Peningkatan kualitas pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Percepatan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok.

  • Pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.

“Ketika kemampuan fiskal daerah semakin kuat, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai program-program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ini penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” ungkapnya.

Soroti Kualitas Belanja APBD: Bukan Sekadar Penyerapan Anggaran

Selain mendorong peningkatan dari sisi penerimaan, Wengga juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan anggaran tidak boleh hanya diukur dari tingginya persentase penyerapan.

Baca Juga :  Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Aspek yang jauh lebih krusial adalah bagaimana dampak dan manfaat nyata dari setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan bagi masyarakat Kalteng.

Menurutnya, belanja daerah yang berkualitas harus diarahkan pada sasaran-sasaran strategis, seperti:

  1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

  2. Menciptakan lapangan kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran.

  3. Memperbaiki daya saing daerah di tingkat nasional.

  4. Memaksimalkan efisiensi pelayanan publik di segala sektor.

“Yang paling penting adalah kualitas belanja daerah. Setiap program yang dibiayai APBD harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, memperbaiki pelayanan publik, sampai memperkuat daya saing daerah,” tegas Wengga. (Ingkit)

Berita Terkait

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru