1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong agar rencana rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk formasi tenaga pendidik benar-benar disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Langkah ini dinilai sangat krusial guna mengatasi krisis sekaligus meratakan distribusi guru yang selama ini menumpuk di area perkotaan.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menegaskan bahwa tingkat kebutuhan tenaga pendidik di kawasan perdesaan dan daerah terpencil masih sangat tinggi. Pemenuhan kuota formasi berbasis peta kebutuhan daerah menjadi kunci utama menyelesaikan persoalan menahun tersebut.
“Kehadiran guru di daerah pelosok ini sangat mendesak. Jika rekrutmen ASN tenaga pendidik ini dibuka, kita berharap kuota yang diberikan mampu mencukupi dahaga akan kebutuhan guru di Kalteng,” ujar Sugiyarto kepada awak media, Selasa (18/8/2026).
Fenomena Guru Rangkap Mata Pelajaran di Daerah Terpencil
Politisi Partai Gerindra tersebut menyoroti dampak nyata dari minimnya tenaga pendidik di pedalaman Kalteng. Menurut laporan para kepala sekolah di daerah, ketimpangan ini memaksa sejumlah guru mengajar lintas disiplin ilmu yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya demi mengisi kekosongan kelas.
Kondisi tersebut paling mengkhawatirkan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membutuhkan keahlian teknis spesifik.
-
Masalah Utama: Ketimpangan distribusi guru di kawasan pelosok dan perdesaan.
-
Dampak di Lapangan: Guru mengajar materi yang tidak linier dengan kompetensinya.
-
Risiko Fatal: Kualitas pendidikan dan keterampilan teknis siswa SMK menjadi tidak optimal.
“Sangat tidak masuk akal jika seorang guru dengan latar belakang tata boga kemudian dipaksa harus mengajar praktik mesin. Hal ini tidak mungkin terjadi jika pendistribusiannya tepat sasaran,” tegas Sugiyarto.
Desak Pemetaan Dapodik dan Usulan Tepat Sasaran ke BKN
Menyikapi polemik ini, DPRD Kalteng mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng untuk segera merapikan dan memvalidasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pemetaan komprehensif ini harus mencakup:
-
Rasio Ketersediaan: Menghitung jumlah guru aktif saat ini secara presisi.
-
Rincian Kekurangan: Mendata kekosongan guru berdasarkan tiap mata pelajaran.
-
Kebutuhan SMK: Memetakan kebutuhan spesifik guru produktif kejuruan.
Hasil pemetaan tersebut harus segera diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar penetapan formasi ASN mendasarkan pada data lapangan, bukan sekadar mengejar target pemenuhan kuota nasional. (Ingkit)

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)









![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

