Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto.Foto:Dok/1tulah.com

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong agar rencana rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk formasi tenaga pendidik benar-benar disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Langkah ini dinilai sangat krusial guna mengatasi krisis sekaligus meratakan distribusi guru yang selama ini menumpuk di area perkotaan.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menegaskan bahwa tingkat kebutuhan tenaga pendidik di kawasan perdesaan dan daerah terpencil masih sangat tinggi. Pemenuhan kuota formasi berbasis peta kebutuhan daerah menjadi kunci utama menyelesaikan persoalan menahun tersebut.

“Kehadiran guru di daerah pelosok ini sangat mendesak. Jika rekrutmen ASN tenaga pendidik ini dibuka, kita berharap kuota yang diberikan mampu mencukupi dahaga akan kebutuhan guru di Kalteng,” ujar Sugiyarto kepada awak media, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga :  Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Fenomena Guru Rangkap Mata Pelajaran di Daerah Terpencil

Politisi Partai Gerindra tersebut menyoroti dampak nyata dari minimnya tenaga pendidik di pedalaman Kalteng. Menurut laporan para kepala sekolah di daerah, ketimpangan ini memaksa sejumlah guru mengajar lintas disiplin ilmu yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya demi mengisi kekosongan kelas.

Kondisi tersebut paling mengkhawatirkan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membutuhkan keahlian teknis spesifik.

  • Masalah Utama: Ketimpangan distribusi guru di kawasan pelosok dan perdesaan.

  • Dampak di Lapangan: Guru mengajar materi yang tidak linier dengan kompetensinya.

  • Risiko Fatal: Kualitas pendidikan dan keterampilan teknis siswa SMK menjadi tidak optimal.

“Sangat tidak masuk akal jika seorang guru dengan latar belakang tata boga kemudian dipaksa harus mengajar praktik mesin. Hal ini tidak mungkin terjadi jika pendistribusiannya tepat sasaran,” tegas Sugiyarto.

Baca Juga :  Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras

Desak Pemetaan Dapodik dan Usulan Tepat Sasaran ke BKN

Menyikapi polemik ini, DPRD Kalteng mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng untuk segera merapikan dan memvalidasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pemetaan komprehensif ini harus mencakup:

  1. Rasio Ketersediaan: Menghitung jumlah guru aktif saat ini secara presisi.

  2. Rincian Kekurangan: Mendata kekosongan guru berdasarkan tiap mata pelajaran.

  3. Kebutuhan SMK: Memetakan kebutuhan spesifik guru produktif kejuruan.

Hasil pemetaan tersebut harus segera diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar penetapan formasi ASN mendasarkan pada data lapangan, bukan sekadar mengejar target pemenuhan kuota nasional. (Ingkit)

Berita Terkait

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking
Musim Kemarau Tiba, DPRD Barut Minta Warga Hindari Pembakaran Lahan
Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami
Polri Absen Rapat Konflik Agraria, KPA Desak Komisi III DPR Panggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit
KPK Tegaskan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag Hasil Audit Resmi BPK
Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!
Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027
Isu Percepatan RUU Pemilu Mencuat, Gerindra Buka Suara Usai Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Prabowo
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Musim Kemarau Tiba, DPRD Barut Minta Warga Hindari Pembakaran Lahan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Polri Absen Rapat Konflik Agraria, KPA Desak Komisi III DPR Panggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:44 WIB

KPK Tegaskan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag Hasil Audit Resmi BPK

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Isu Percepatan RUU Pemilu Mencuat, Gerindra Buka Suara Usai Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Prabowo

Berita Terbaru