Sebulan 5 Hari di Luar Negeri, Presiden Prabowo Disarankan Oper Misi Taktis ke Menlu Sugiono

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri, Sugiono usai pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Dok. Biro Pers Istana]

Menteri Luar Negeri, Sugiono usai pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Dok. Biro Pers Istana]

1TULAH.COM-Kritik dan saran terkait frekuensi kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto mulai bermunculan. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, secara terbuka meminta Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi intensitas lawatan internasionalnya.

Sebagai solusi, Dino mengusulkan agar sebagian besar misi diplomatik yang bersifat taktis didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

Selain demi efisiensi substansi, langkah ini dinilai mampu menghemat anggaran negara di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Delegasi ke Menlu Sugiono: Lebih Hemat dan Fokus Substansi

Menurut Dino, pengalihan misi taktis dari Kepala Negara ke Menteri Luar Negeri akan memangkas biaya perjalanan dinas secara drastis. Perbedaan skala rombongan antara Presiden dan Menteri menjadi faktor utama pembengkakan anggaran.

“Ini juga akan menghemat biaya karena biaya perjalanan Menlu mungkin hanya didampingi oleh tiga orang staf, akan jauh lebih hemat dari biaya perjalanan Presiden, dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih akan sama,” ujar Dino dalam unggahan video di Instagram pribadinya, dikutip Minggu (31/5/2026).

Namun, Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini memberikan catatan penting untuk Menlu Sugiono. Ia mengingatkan agar Sugiono tidak memposisikan diri sebagai bagian dari entourage (rombongan pengiring) yang selalu melekat di samping Presiden.

Baca Juga :  Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Dino kemudian membandingkan dengan rekam jejak para Menlu terdahulu yang fokus total pada garis diplomasi:

  • Hassan Wirajuda

  • Marty Natalegawa

  • Retno Marsudi

“Semuanya tidak pernah menempatkan diri sebagai bagian dari entourage presiden dan mereka fokus total untuk menangani politik luar negeri,” tegas Dino.

Soroti Lawatan Spontan, Seskab Teddy Diminta Transparan

Selain masalah frekuensi, Dino juga mengkritik manajemen perencanaan kunjungan internasional Presiden Prabowo yang dinilai sering kali bersifat spontan tanpa urgensi dan tujuan yang transparan bagi publik.

Ia mencontohkan beberapa lawatan yang minim informasi, seperti kunjungan mendadak ke Pakistan dan Rusia yang bertepatan dengan momentum bencana banjir di Sumatera beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Dino mendesak Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menlu Sugiono untuk menerapkan asas akuntabilitas:

  1. Pemetaan Tahunan: Rencana kunjungan internasional Presiden harus dipetakan secara garis besar setahun sebelumnya.

  2. Pengumuman Terbuka: Seskab atau Menlu wajib mengumumkan rencana negara yang akan dikunjungi minimal satu bulan atau paling lambat satu minggu sebelum hari H.

  3. Transparansi Keberadaan: Menghindari kondisi di mana publik tidak mengetahui keberadaan dan agenda Kepala Negara saat berada di luar negeri.

Baca Juga :  Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Soebroto

Statistik Perjalanan Internasional Presiden Prabowo

Berdasarkan kalkulasi dan analisis yang dilakukan oleh Dino Patti Djalal, intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo berada di level tertinggi dibandingkan pemimpin dunia lainnya saat ini.

Parameter Aktivitas Rasio / Estimasi Biaya Dampak di Lapangan
Frekuensi Lawatan 1 dari 6 hari kerja berada di luar negeri Dianggap tidak lazim dalam durasi 18 bulan ke depan
Komponen Anggaran Tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, protokoler, & uang harian Memakan biaya puluhan hingga ratusan miliar per perjalanan
Respons Publik Krisis kepekaan di tengah situasi prihatin Rakyat tidak lagi terpukau oleh kemegahan protokoler diplomasi

Sentimen Publik: Menuntut Kepekaan dan Kepatutan Pemimpin

Dino menegaskan bahwa saran yang ia sampaikan merupakan representasi dari suara dan keresahan murni masyarakat bawah. Di tengah kondisi ekonomi domestik dan dunia yang membuat warga was-was, efisiensi anggaran adalah harga mati.

“Silakan cek. Dalam suasana yang serba prihatin dan was-was akibat gejolak dunia, rakyat Indonesia tidak lagi terpukau dengan kemegahan protokoler dalam dunia diplomasi, saya yakin sekali ini,” tutur Dino.

Ia berharap pemerintah, khususnya perangkat kepresidenan, dapat menunjukkan empati, kepekaan, serta asas kepatutan dalam mengelola keuangan negara untuk agenda-agenda internasional ke depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Soebroto
Tips Quinn Salman untuk Orangtua: Asah Imajinasi Anak dari Hal Sederhana
Sinyal Megawati Bakal Hadiri Puncak Hari Lahir Pancasila 2026 Bareng Prabowo
Drama Penalti di Budapest: PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk
Polri Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Impor Ilegal Ponsel dari China
Alasan UEFA Ubah Jadwal Kick-Off Final Liga Champions 2026 Arsenal vs PSG, Fans Asia Diuntungkan!
Polres Murung Raya Ungkap Sejumlah Kasus Pencurian, Lima Pelaku Diamankan
TNI Urus Begal hingga Food Estate, Ray Rangkuti: Kita Kehilangan Semangat Reformasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:10 WIB

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Soebroto

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:27 WIB

Sebulan 5 Hari di Luar Negeri, Presiden Prabowo Disarankan Oper Misi Taktis ke Menlu Sugiono

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:52 WIB

Tips Quinn Salman untuk Orangtua: Asah Imajinasi Anak dari Hal Sederhana

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:48 WIB

Sinyal Megawati Bakal Hadiri Puncak Hari Lahir Pancasila 2026 Bareng Prabowo

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:39 WIB

Drama Penalti di Budapest: PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:19 WIB

Polri Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Impor Ilegal Ponsel dari China

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:48 WIB

Alasan UEFA Ubah Jadwal Kick-Off Final Liga Champions 2026 Arsenal vs PSG, Fans Asia Diuntungkan!

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:39 WIB

Polres Murung Raya Ungkap Sejumlah Kasus Pencurian, Lima Pelaku Diamankan

Berita Terbaru