Harga Plastik Meroket Dampak Konflik Global, DPRD Kalteng Ajak UMKM Rotan Ambil Peluang

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana. Foto:Dok/1tulah.com

Legislator DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Ketegangan geopolitik internasional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai memberikan dampak nyata hingga ke pasar tradisional di Kalimantan Tengah. Efek domino dari konflik tersebut memicu kenaikan harga bahan baku plastik secara global, yang berujung pada melambungnya harga plastik kemasan dan kantong belanja di tingkat pengecer.

Menyikapi kondisi yang sulit dihindari ini, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, melihat adanya peluang di balik tantangan tersebut.

Ia mendorong masyarakat dan pelaku UMKM untuk mulai beralih dari ketergantungan plastik ke bahan alternatif yang lebih berkelanjutan.

Kenaikan Harga Plastik di Pasar Tradisional

Konflik di Timur Tengah telah mengganggu rantai pasok energi dan bahan kimia dunia, yang merupakan komponen utama pembuatan biji plastik. Akibatnya, para pedagang di pasar tradisional kini mulai mengeluhkan kenaikan harga plastik yang signifikan. Plastik yang biasanya digunakan sebagai pembungkus barang belanjaan kini membebani biaya operasional pedagang maupun konsumen.

Momentum Beralih ke Anyaman Rotan yang Ramah Lingkungan

Alih-alih terus terjebak dalam mahalnya harga plastik, Okki Maulana menyarankan langkah strategis dengan mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam lokal, yakni rotan. Ia mendorong para pengrajin anyaman rotan di Kalteng untuk memproduksi wadah fungsional yang bisa menggantikan peran plastik.

Baca Juga :  Roby Casino Mobile: Vincite Veloci e Gioco Rapido

“Saya mendorong para UMKM yang menekuni anyaman rotan, untuk membuat besek besar yang bisa digunakan untuk mengangkut sampah kering,” ucap Okki Maulana, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, situasi ini harus dijadikan momentum transformasi menuju gaya hidup ramah lingkungan.

“Meskipun saat ini harga plastik mengalami kenaikan serta situasi ini tidak bisa kita hindari, sekalian saja kita beralih menggunakan teknologi dan bahan yang ramah lingkungan serta bisa digunakan berkali-kali,” ujarnya.

Diversifikasi Produk: Dari Besek Sampah hingga Tas Belanja

Okki menjelaskan bahwa potensi rotan sangat luas. Para pengrajin diharapkan tidak hanya terpaku pada produk hiasan, tetapi juga pada barang-barang keperluan harian yang tahan lama (durable). Beberapa produk yang diusulkan meliputi:

  • Besek Besar: Untuk menampung sampah kering di rumah atau kantor.

  • Tas Belanja Rotan: Sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai (kresek).

  • Keranjang Serbaguna: Untuk wadah barang di pasar atau dapur.

Baca Juga :  Keretakan di Jantung Minyak Dunia: UEA Mundur dari OPEC, "The Beginning of the End"?

“Produk ini awet, kuat, dan tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik,” jelas legislator dari Komisi IV tersebut.

Manfaat Ganda: Lingkungan Terjaga, Ekonomi UMKM Meningkat

Langkah beralih ke rotan dinilai sangat strategis bagi Kalimantan Tengah. Selain mengurangi beban biaya akibat mahalnya plastik, langkah ini secara otomatis menghidupkan sektor ekonomi kerakyatan.

Dengan meningkatnya permintaan akan produk anyaman, para pengrajin lokal akan memiliki variasi produk baru yang laku di pasaran. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pendapatan para pelaku UMKM di daerah.

“Hal ini dilakukan agar pengrajin rotan kita memiliki variasi produk baru dan pastinya, hal ini sangat menolong dan meningkatkan pendapatan UMKM di daerah kita,” pungkas Okki.

Melambungnya harga plastik akibat konflik global memang menjadi tantangan bagi sektor perdagangan. Namun, dengan dukungan pemerintah dan kreativitas UMKM dalam mengolah rotan, Kalimantan Tengah berpeluang menjadi pelopor pengurangan limbah plastik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal. (Ingkit)

Berita Terkait

Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”
Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità
Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE
Avia Masters Crash Game: Fast‑Paced Rides for Quick Wins
Wonaco Casino: Emozioni in Quick‑Play per Sessioni Brevi e ad Alta Intensità
Chicken Road: Quick‑Hit Crash Gaming for the Fast‑Paced Player
Stakes Casino : Fast‑Fire Mobile Slots pour des Gains Rapides
Boho Casino – Quick‑Hit Slots & Instant Wins for the Fast‑Paced Player
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:32 WIB

Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:09 WIB

Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:59 WIB

Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:41 WIB

Avia Masters Crash Game: Fast‑Paced Rides for Quick Wins

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:47 WIB

Chicken Road: Quick‑Hit Crash Gaming for the Fast‑Paced Player

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:19 WIB

Stakes Casino : Fast‑Fire Mobile Slots pour des Gains Rapides

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:06 WIB

Boho Casino – Quick‑Hit Slots & Instant Wins for the Fast‑Paced Player

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:59 WIB

Greenluck Casino: Quick‑Hit Thrills for Modern Gamblers

Berita Terbaru