Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Gemini AI]

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Gemini AI]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat pagi, 17 April 2026.

Kombinasi data ekonomi AS yang solid serta sentimen negatif dari dalam negeri menjadi faktor utama yang menekan mata uang Garuda di pasar spot.

Data Kurs Rupiah Hari Ini

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.180 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,25 persen atau turun 42 poin dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026) yang berada di level Rp17.138.

Analisis Penyebab Pelemahan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi di Negeri Paman Sam. Berikut adalah rincian faktor penyebabnya:

1. Rebound Indeks Dolar AS (The Greenback)

Penguatan dolar AS dipicu oleh rilis data klaim pengangguran AS yang menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan pasar. Hal ini mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih sangat kuat, sehingga memberikan ruang bagi bank sentral AS untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi dengan BNN untuk Berantas Narkoba

“Rupiah melemah pada hari ini terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan, khususnya klaim pengangguran yang lebih kuat dari perkiraan,” ujar Lukman Leong.

2. Sentimen Negatif Domestik: Downgrade IMF & Bank Dunia

Dari sisi internal, fundamental ekonomi Indonesia sedang mendapatkan sorotan tajam. Lembaga keuangan internasional, yakni Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF), baru-baru ini memberikan downgrade atau memangkas prospek ekonomi Indonesia.

Koreksi pertumbuhan ini memicu kekhawatiran investor, yang kemudian memilih bersikap defensif dan menjauhi aset-aset berbasis rupiah.

3. Kabar Gencatan Senjata sebagai Penahan Tekanan

Meski sedang tertekan, pelemahan rupiah sedikit tertahan oleh isu geopolitik global. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengenai potensi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon memberikan sedikit sentimen positif bagi pasar risiko (risk-on).

Baca Juga :  Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Perbandingan Mata Yuan di Asia

Pelemahan rupiah sejalan dengan tren mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau memerah terhadap dolar AS pagi ini:

Mata Uang Perubahan (%) Status
Peso Filipina -0,15% Melemah
Baht Thailand -0,14% Melemah
Yen Jepang -0,12% Melemah
Ringgit Malaysia -0,08% Melemah
Yuan China -0,08% Melemah
Dolar Hong Kong -0,02% Melemah
Dolar Singapura +0,02% Menguat
Won Korea Selatan +0,08% Menguat Terbesar

Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini

Melihat dinamika pasar yang ada, Lukman Leong memproyeksikan rupiah masih akan bergerak di zona merah sepanjang hari ini, namun dalam rentang yang terbatas.

Estimasi Pergerakan:

  • Support/Resistance: Rp17.100 – Rp17.200 per dolar AS.

Kondisi pasar saat ini sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi lanjutan dari AS serta bagaimana respon kebijakan pemerintah Indonesia dalam menanggapi revisi pertumbuhan dari lembaga global tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak
DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata
Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:57 WIB

Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Senin, 22 Juni 2026 - 16:33 WIB

Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat

Berita Terbaru