1TULAH.COM – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyoroti meningkatnya promosi rokok elektronik atau vape di platform digital yang dinilai mendorong penggunaan, terutama di kalangan remaja.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman menyebut promosi di media sosial dan e-commerce menjadi tantangan besar karena membuat vape mudah diakses dan membentuk persepsi sebagai produk yang aman melalui strategi pemasaran berbasis gaya hidup.
Untuk menekan hal tersebut, Kemenkes memperkuat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, termasuk melakukan sosialisasi aturan serta penindakan berupa penghapusan konten iklan yang melanggar.
Sementara itu, akademisi Faisal Yunus menilai pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembatasan akses, pengawasan penjualan daring, hingga larangan zat perasa yang menarik minat remaja.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi tentang risiko adiksi nikotin serta peran keluarga dan sekolah dalam membekali remaja agar mampu menolak pengaruh lingkungan.
Penulis : Dedy Hermawan


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)
![Dokter Richard Lee akhirnya dijebloskan ke sel Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) pukul 21.50 terkait kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan UU Kesehatan. [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/dokter-richard-ditahan-360x200.jpg)
![Chiki Fawzi [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/chika-fauzi-360x200.jpg)



![Ilustrasi vape. [Dok. Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/vapeee-225x129.jpg)






![Ilustrasi vape. [Dok. Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/vapeee-360x200.jpg)







