Strategi Presiden Prabowo Hadapi Geopolitik: Fokus Swasembada Pangan dan Energi!

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo dalam acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara, Rabu (11/3/2026). (Dok. Bakom RI)

Prabowo dalam acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara, Rabu (11/3/2026). (Dok. Bakom RI)

1TULAH.COM-Di tengah gejolak geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme tinggi bagi masa depan Indonesia.

Dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026), Kepala Negara menyebut bahwa krisis yang membayangi dunia saat ini bukanlah penghalang, melainkan blessing in disguise (berkah tersembunyi).

Menurut Prabowo, krisis adalah ujian sekaligus batu loncatan. Bangsa yang kuat akan bertahan dan melompat lebih tinggi, sementara yang lemah akan tertinggal.

“Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik,” ujar Prabowo Subianto.

Percepatan Swasembada Pangan: Fondasi Ketahanan Nasional

Salah satu prioritas utama pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis global adalah ketahanan pangan. Prabowo menekankan bahwa ketergantungan pada rantai pasok global di masa krisis sangatlah berisiko. Oleh karena itu, swasembada pangan menjadi harga mati.

  • Keberhasilan Beras: Indonesia telah mencatatkan prestasi dengan mencapai swasembada beras.

  • Target Berikutnya: Pemerintah kini membidik swasembada komoditas lain seperti jagung dan bahan pangan pokok lainnya.

  • Rencana Strategis: Penguatan sektor agrikultur akan dipercepat untuk memastikan perut rakyat tetap terjamin tanpa perlu bergantung pada impor.

Baca Juga :  Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Revolusi Energi: Mandiri dalam 4 Tahun

Sektor energi menjadi perhatian serius Presiden. Prabowo menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada energi dalam waktu empat tahun ke depan. Strategi utamanya adalah mengonversi kekayaan alam domestik menjadi bahan bakar.

1. Pemanfaatan Biofuel

Indonesia telah sukses menghentikan impor Solar berkat pengembangan biodiesel dari kelapa sawit. Ke depannya, komoditas seperti singkong, jagung, dan tebu akan dioptimalkan sebagai bahan pengganti BBM untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor.

2. Geothermal dan Energi Baru Terbarukan (EBT)

Indonesia memiliki potensi panas bumi (geothermal) terbesar kedua di dunia. Namun, potensinya belum dieksploitasi secara maksimal. Prabowo berkomitmen untuk mengoptimalkan kekayaan alam ini bersama dengan energi surya.

3. Ambisi 100 GW Energi Surya

Presiden telah memberikan perintah tegas untuk melakukan elektrifikasi nasional melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Target yang dipatok sangat ambisius: membangun kapasitas 100 Gigawatt (GW) dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Baca Juga :  Mura Bekali Organisasi Perempuan dengan Pelatihan Manajemen

Kekuatan Sumber Daya Indonesia

Berikut adalah aset utama yang akan digunakan pemerintah untuk menghadapi krisis global:

Sektor Sumber Daya Utama Target/Status
Pangan Beras, Jagung, Tebu Swasembada Beras Tercapai
Bioenergi Kelapa Sawit, Singkong Substitusi BBM Impor
EBT Geothermal, Surya Target PLTS 100 GW

Menghadapi Geopolitik dengan Kekuatan Domestik

Presiden Prabowo meyakini bahwa dengan modal kekayaan alam yang luar biasa, Indonesia tidak hanya akan selamat dari krisis, tetapi akan keluar sebagai pemenang. Fokus pada swasembada pangan dan energi bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan langkah strategis kedaulatan negara.

“Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” tutup Prabowo dengan penuh keyakinan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pemkab Mura Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga

Berita Terbaru

Sekda Mura, Lynda Kristiane, saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Jamkrida Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom dari Aula A Kantor Bupati Mura, Jumat (30/10/2026).

Berita

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB