Mana yang Benar: Buka Puasa Baca Doa Dulu atau Minum Dulu? Simak Urutannya

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

buka puasa baca doa dulu atau minum dulu (Pixabay)

buka puasa baca doa dulu atau minum dulu (Pixabay)

1TULAH.COM-Setiap bulan Ramadan tiba, sebuah pertanyaan klasik sering kali muncul di benak umat muslim: apakah saat berbuka puasa sebaiknya membaca doa terlebih dahulu atau langsung minum?

Di masyarakat, praktiknya memang sangat beragam. Ada kelompok yang terbiasa menuntaskan bacaan doa berbuka secara lengkap sebelum menyentuh takjil, sementara yang lain memilih untuk segera meneguk air baru kemudian melafalkan doa. Lantas, bagaimana tuntunan yang paling tepat menurut ajaran Islam?

Menyegerakan Berbuka: Sunnah yang Utama

Dalam memahami urutan berbuka, kita perlu merujuk pada kebiasaan (manhaj) Rasulullah SAW. Berdasarkan hadis-hadis sahih, Rasulullah sangat menekankan untuk menyegerakan berbuka (ta’jilul fithri) begitu matahari terbenam atau waktu Magrib tiba.

Rasulullah SAW biasanya membatalkan puasa dengan:

  1. Beberapa butir kurma segar (ruthob).

  2. Jika tidak ada, beliau mengonsumsi kurma kering (tamr).

  3. Jika keduanya tidak ada, beliau meminum beberapa teguk air putih.

Para ulama menyimpulkan bahwa tindakan yang didahulukan adalah membatalkan puasa terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan kepatuhan hamba terhadap batas waktu yang telah ditetapkan Allah SWT tanpa menunda-nunda.

Memahami Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Waktu berbuka adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Namun, kapankah doa tersebut sebaiknya dilafalkan? Berikut penjelasannya berdasarkan redaksi doa yang populer:

Baca Juga :  Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama

1. Doa “Allahumma laka shumtu…”

Doa ini sering dibaca oleh masyarakat Indonesia. Secara makna, doa ini berisi pernyataan bahwa kita telah berpuasa untuk Allah dan berbuka dengan rezeki-Nya.

2. Doa “Dzahaba zhama’u…”

Doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ini memiliki arti: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”

 Jika kita melihat arti dari doa kedua, kalimat “telah hilang rasa haus” dan “urat-urat telah basah” secara logika menunjukkan bahwa doa ini dibaca setelah seseorang minum atau makan.

Urutan Berbuka Puasa yang Ideal

Berdasarkan praktik Rasulullah dan pemahaman para ulama, berikut adalah urutan yang dianjurkan agar ibadah kita lebih sempurna:

  • Membaca Basmalah: Ucapkan “Bismillah” secara singkat sebelum menyentuh makanan/minuman sebagai adab makan.

  • Membatalkan Puasa: Minum air atau makan kurma secukupnya untuk segera membatalkan puasa.

  • Membaca Doa Buka Puasa: Setelah rasa haus berkurang dan kerongkongan basah, barulah melafalkan doa buka puasa dengan penuh rasa syukur.

  • Salat Magrib: Dianjurkan untuk melaksanakan salat Magrib terlebih dahulu sebelum beralih ke hidangan berat (makan besar).

Baca Juga :  Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’

Hikmah di Balik Menyegerakan Berbuka

Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan keseimbangan. Menyegerakan berbuka bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan memiliki hikmah yang mendalam:

  1. Kesehatan Fisik: Membantu tubuh yang telah menahan lapar dan haus seharian untuk segera mendapatkan asupan energi secara cepat.

  2. Bentuk Ketaatan: Menunjukkan bahwa seorang hamba patuh pada aturan waktu yang Allah tetapkan—tidak mendahului dan tidak pula menunda secara berlebihan.

  3. Ekspresi Syukur: Momen membatalkan puasa adalah puncak kebahagiaan bagi orang yang berpuasa setelah berjuang menahan hawa nafsu.

Jadi, jawaban atas pertanyaan buka puasa baca doa dulu atau minum dulu adalah: yang lebih utama adalah minum atau makan sedikit untuk membatalkan puasa terlebih dahulu, kemudian membaca doa.

Perbedaan kebiasaan yang ada di masyarakat tidak perlu menjadi perdebatan tajam selama niatnya adalah beribadah. Namun, mengikuti sunnah dengan menyegerakan berbuka akan memberikan ketenangan dan keyakinan bahwa kita telah menjalankan ibadah sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok
Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat
Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Berita Terbaru