Menitipkan Anak Bukan Kegagalan: Pentingnya Pengasuhan Kolektif bagi Mental Health Ibu

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ibu bekerja (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Ilustrasi ibu bekerja (pexels.com/Ketut Subiyanto)

1TULAH.COM-Bagi banyak ibu bekerja, pengasuhan anak sering kali menjadi tantangan paling berat dalam perjalanan karier dan kehidupan keluarga.

Di tengah tuntutan profesional yang tinggi, muncul dilema besar: siapa yang akan menjaga si kecil, bagaimana kualitas pengasuhannya, dan apakah menitipkan anak adalah langkah yang tepat?

Selama ini, pengasuhan anak kerap dianggap sebagai urusan privat. Seolah-olah, ini adalah persoalan personal yang harus dipikul sendiri oleh orang tua, terutama ibu. Namun, benarkah demikian?

Pengasuhan Anak sebagai Infrastruktur Sosial

Satu keputusan menitipkan anak ternyata menyimpan dampak domino yang luas. Ini bukan hanya soal ketenangan batin di rumah, melainkan juga pilar utama dalam:

  • Keberlanjutan Karier Perempuan: Mencegah career break yang tidak direncanakan.

  • Produktivitas Tenaga Kerja: Mengurangi tingkat stres dan distraksi di kantor.

  • Fondasi Ekonomi Nasional: Menciptakan generasi masa depan yang terstimulasi dengan baik.

“Ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas, dampaknya tidak berhenti di keluarga itu saja. Dampaknya menjalar ke produktivitas perusahaan dan ekonomi nasional,” ujar Antoni Lewa, CEO MainStory.

Dampak Ekonomi: Kontribusi hingga USD 62 Miliar terhadap PDB

Investasi pada pengasuhan anak berkualitas bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi dengan return tinggi. Berbagai riset menunjukkan bahwa pengasuhan yang tepat mampu memberikan imbal balik hingga 7–10 kali lipat di masa dewasa anak.

Baca Juga :  Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa

Dalam konteks Indonesia, akses pengasuhan yang terjangkau memiliki potensi luar biasa:

  1. Peningkatan Angkatan Kerja: Berpotensi menaikkan partisipasi kerja perempuan dari 53% menjadi 58%.

  2. Pertumbuhan Ekonomi: Estimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 62 miliar per tahun.

Artinya, produktivitas ibu bekerja adalah kepentingan negara, bukan sekadar isu domestik.

Tantangan Nyata Ibu Bekerja di Indonesia

Realitas di lapangan sering kali jauh dari ideal. Ibu bekerja kerap menghadapi beban emosional berulang, seperti:

  • Kekhawatiran akan keamanan dan keselamatan anak.

  • Stimulasi tumbuh kembang yang tidak sesuai usia.

  • Burnout akibat sering berganti pengasuh atau asisten rumah tangga (ART).

Kondisi ini sering kali memaksa ibu mengorbankan karier karena ketiadaan sistem pendukung (support system) yang dapat diandalkan. Menurut Antoni, pengasuhan anak layak dianggap sebagai infrastruktur sosial karena dampaknya lintas generasi.

MainStory: Solusi Pengasuhan Terstruktur dan Berkualitas

Solusi bijak bukanlah memaksa ibu memilih antara keluarga atau karier, melainkan menghadirkan layanan yang aman, konsisten, dan bermutu. Inilah misi yang dibawa oleh MainStory sejak 2022.

Hingga Januari 2026, MainStory telah mencatatkan pencapaian signifikan:

  • 30+ Unit Daycare & Homecare di lima kota besar.

  • Melayani lebih dari 7.000 keluarga, di mana 4.500 di antaranya adalah ibu bekerja.

  • Mencatat lebih dari 150.000 hari pengasuhan anak.

Baca Juga :  Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Transformasi Digital di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, MainStory bertransformasi menjadi platform parenting yang mengintegrasikan layanan offline dan online. Investasi diarahkan pada digitalisasi dan fasilitas pelatihan pengasuh berbasis teknologi guna memastikan standar mutu yang merata di seluruh Indonesia.

Dampak Nyata bagi Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan

Layanan pengasuhan yang andal memberikan hasil konkret berdasarkan survei internal MainStory:

  • Fokus Kerja: 68% orang tua merasa lebih fokus bekerja.

  • Retensi Karier: 54,7% ibu dapat kembali bekerja atau batal mengundurkan diri.

  • Efisiensi Biaya: 55% keluarga menghemat Rp1–4 juta per bulan.

  • Efisiensi Waktu: 48% keluarga menghemat 7–12 jam per hari.

Selain itu, MainStory membangun ekosistem yang memberdayakan perempuan. Dengan lebih dari 2.000 perempuan yang bekerja sebagai pengasuh, manajer, hingga mitra pemilik unit, sektor ini menjadi lapangan kerja yang stabil dan berkelanjutan.

Pengasuhan adalah Future-Care

Meminta bantuan dalam mengasuh anak bukanlah tanda ketidakmampuan, melainkan bentuk keberanian dan kesadaran. Pengasuhan anak adalah:

  1. Self-care bagi orang tua agar tetap sehat mental.

  2. Family-care agar keharmonisan keluarga terjaga.

  3. Future-care bagi bangsa demi kualitas SDM masa depan.

Ketika seorang ibu bekerja dengan tenang, manfaatnya meluas: keluarga lebih stabil, perempuan tetap produktif, dan negara memiliki fondasi masa depan yang lebih kuat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya
Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif
Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout
Pemkab Mura Komitmen Sukseskan Sinode GKE dan HUT Daerah
Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?
Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:50 WIB

Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:46 WIB

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:24 WIB

Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout

Senin, 6 Juli 2026 - 15:25 WIB

Pemkab Mura Komitmen Sukseskan Sinode GKE dan HUT Daerah

Senin, 6 Juli 2026 - 14:29 WIB

Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Berita Terbaru

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Berita

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Selasa, 7 Jul 2026 - 15:46 WIB