Waspada Angin Kencang dan Hujan Petir! BMKG: Dampak Monsun Asia Menguat

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini (freepik)

Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini (freepik)

1TULAH.COM-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali dikepung cuaca ekstrem. Sejak malam hingga pagi hari ini, tiupan angin kencang yang datang tiba-tiba disertai hujan deras telah mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan risiko bencana di berbagai titik.

Kabupaten Sleman menjadi wilayah terdampak paling signifikan. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan adanya kerusakan infrastruktur dan gangguan mobilitas warga akibat fenomena alam ini.

Dampak Angin Kencang di Wilayah Sleman

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris, mengonfirmasi bahwa dampak angin kencang tersebar di empat kapanewon utama. Hingga siang ini, petugas di lapangan masih terus melakukan evakuasi dan pembersihan.

Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak:

  • Cangkringan & Pakem: Pohon tumbang dilaporkan menimpa jaringan listrik di beberapa lokasi, yang memicu potensi pemadaman listrik sementara.

  • Sleman (Kota): Dua titik pohon tumbang melintang di tengah jalan, sempat menghambat arus lalu lintas sebelum berhasil dievakuasi petugas.

  • Turi: Serupa dengan wilayah utara lainnya, jaringan kelistrikan menjadi sasaran utama kerusakan akibat dahan pohon yang patah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat berada di luar ruangan, karena potensi angin kencang masih terpantau aktif,” ujar Haris.

Mengapa Angin Begitu Kencang? Ini Penjelasan BMKG

Banyak warga mempertanyakan mengapa cuaca cerah bisa berubah menjadi badai dalam hitungan menit. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang kompleks.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 16 April 2026: Antam Tembus Rekor Rp3 Juta per Gram!

1. Pengaruh Siklon Tropis Luana

Pemicu utama adalah pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang berada di sekitar pantai barat laut Australia. Meski pusatnya jauh, siklon ini memicu penguatan pola angin di lapisan atmosfer atas (lapisan 925 mb atau sekitar 762 meter di atas permukaan laut). Kecepatan angin tercatat berkisar antara 18 hingga 83 km/jam.

2. Aktivitas Monsun Asia dan Bibit Siklon 97S

Selain Siklon Luana, terdapat keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia. Ditambah lagi dengan penguatan Monsun Asia yang membawa seruakan dingin (cold surge), massa udara basah terkonsentrasi di wilayah selatan khatulistiwa, memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus secara masif.

3. Topografi Wilayah

Wilayah Sleman bagian utara yang memiliki topografi lebih tinggi cenderung lebih rentan menangkap laju angin kencang dibandingkan wilayah dataran rendah.

Prediksi Cuaca dan Wilayah yang Perlu Waspada

BMKG memperingatkan bahwa kondisi ini bersifat dinamis. Selain Sleman, beberapa wilayah di DIY yang masuk dalam zona waspada cuaca ekstrem meliputi:

  • Bantul

  • Kota Yogyakarta

  • Kulon Progo (Bagian Utara)

  • Gunungkidul

Baca Juga :  GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi, terutama pada waktu siang hingga malam hari.

Tips Keselamatan Saat Terjadi Angin Kencang

Mengingat risiko pohon tumbang dan kerusakan atap bangunan yang cukup tinggi, berikut adalah langkah antisipasi yang bisa Anda lakukan:

  1. Hindari Berteduh di Bawah Pohon: Jangan memarkir kendaraan atau berdiri di bawah pohon besar, baliho, atau tiang listrik saat angin bertiup kencang.

  2. Periksa Kondisi Atap: Pastikan struktur atap rumah dalam kondisi kokoh untuk meminimalkan risiko terbang terbawa angin.

  3. Pantau Informasi Cuaca: Selalu update informasi melalui akun resmi BMKG atau BPBD setempat sebelum melakukan perjalanan jauh.

  4. Waspada Jarak Pandang: Bagi pengendara, kurangi kecepatan saat hujan lebat karena jarak pandang akan menurun drastis.

Cuaca ekstrem menjelang akhir Januari 2026 ini menuntut kita untuk lebih adaptif dan waspada. Keselamatan adalah prioritas utama. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook
GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB