Ratusan Siswa SMK di Batang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Program MBG

- Jurnalis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak SD saat menyantap makan bergizi gratis. (ist)

Ilustrasi anak SD saat menyantap makan bergizi gratis. (ist)

KALTENGLIMA.COM – Sekitar 800 siswa dari total 1.546 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 31 Oktober.

Kepala SMK Kandeman, Yulianto, menjelaskan bahwa sebagian besar siswa mengalami diare dan mual, meski ada juga yang tidak terlalu terdampak karena kondisi tubuh mereka masih kuat.

Ia menuturkan bahwa hanya satu siswa yang sempat dirawat di RSUD Batang, dan kini seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Yulianto menyampaikan bahwa pihak sekolah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kasus keracunan massal tersebut.

Ia mengaku belum bisa memastikan apakah makanan dari program MBG menjadi penyebab utama insiden ini.

Menu yang dikonsumsi para siswa sebelum mengalami gejala meliputi tahu bakso, daging ayam, dan sayuran, yang kini sedang diperiksa untuk mendeteksi kemungkinan kandungan berbahaya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Batang, Any Rusydiati, membenarkan bahwa ada satu siswa yang sempat mendapat perawatan medis setelah menunjukkan gejala mual dan diare.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Namun, kondisi siswa tersebut telah membaik dan diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi singkat.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Puskesmas Kandeman dan memastikan seluruh siswa dalam kondisi stabil.

Sekolah juga terus melakukan pemantauan, dan rumah sakit siap memberikan perawatan lebih lanjut apabila ada siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN
Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten
Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini
Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Berita Terbaru