Kesalahan yang Kerap Dilakukan Banyak Orang Saat Pilih Suplemen Vitamin D

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumsi Vitamin D(Sumber: Freepik)

Konsumsi Vitamin D(Sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Penelitian kolaboratif yang dilakukan oleh University of Surrey, John Innes Centre, dan Quadram Institute Bioscience berhasil mengungkap berbagai kesalahan umum yang sering dilakukan masyarakat dalam memilih suplemen vitamin D.

Berdasarkan laporan yang dimuat oleh Eating Well pada Senin (6/10), hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Reviews tersebut menelaah sejumlah studi yang meneliti dampak konsumsi vitamin D2 terhadap kadar vitamin D3 dalam tubuh manusia.

Para peneliti menelusuri basis data ilmiah PubMed dan menemukan sebanyak 202 artikel relevan.

Setelah melalui proses penyaringan ketat, hanya 20 studi yang memenuhi kriteria penelitian, dan dari jumlah tersebut, 11 studi dipilih untuk dianalisis lebih mendalam secara statistik.

Seluruh studi yang dianalisis merupakan uji coba terkontrol acak, di mana peserta dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima suplemen vitamin D2 dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkannya.

Analisis dilakukan dengan membandingkan kadar vitamin D3 dalam darah sebelum dan sesudah konsumsi suplemen untuk menilai adanya perubahan signifikan.

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi vitamin D2 mengalami penurunan kadar vitamin D3 secara bermakna.

Baca Juga :  Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Rata-rata penurunan kadar vitamin D3 serum mencapai sekitar 18 nanomol per liter pada akhir masa penelitian, dan sekitar 9 nanomol per liter ketika dilihat dari keseluruhan periode uji coba.

Pola ini ditemukan secara konsisten di berbagai studi, menandakan adanya hubungan sebab-akibat yang kuat antara konsumsi vitamin D2 dan penurunan kadar vitamin D3 dalam tubuh.

Para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun vitamin D2 dan D3 sama-sama dapat meningkatkan kadar vitamin D total, vitamin D3 terbukti lebih efektif dalam mempertahankan kestabilan kadar tersebut serta memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Oleh karena itu, D3 direkomendasikan sebagai pilihan suplemen yang lebih baik untuk sebagian besar orang.

Selain melalui suplemen, vitamin D juga bisa diperoleh dari sumber alami seperti ikan berlemak termasuk salmon, makarel, dan sarden serta dari kuning telur, hati sapi, dan jamur yang terpapar sinar ultraviolet.

Beberapa produk makanan seperti susu, susu nabati, yogurt, dan sereal juga telah difortifikasi dengan vitamin D untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.

Baca Juga :  Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Namun, pemenuhan kebutuhan vitamin D hanya melalui makanan sering kali tidak cukup untuk mencapai kadar optimal di dalam tubuh.

Bagi individu yang khawatir terhadap kecukupan vitamin D-nya, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum mengonsumsi suplemen.

Tenaga medis dapat memberikan saran terkait jenis dan dosis yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Bagi penganut pola makan vegan, kini tersedia suplemen vitamin D3 berbahan dasar lumut kerak yang berasal dari sumber non-hewani namun memiliki efektivitas serupa dengan D3 konvensional.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperkuat bukti dari studi-studi sebelumnya bahwa vitamin D3 merupakan bentuk vitamin D yang lebih unggul dibandingkan D2 dalam menjaga kadar vitamin D yang sehat dalam tubuh.

Karena keduanya bekerja dengan mekanisme yang berbeda, vitamin D2 dan D3 tidak dapat dianggap setara.

Hingga mekanisme pasti penurunan kadar D3 akibat konsumsi D2 sepenuhnya dipahami, para ahli menyarankan penggunaan vitamin D3 sebagai pilihan yang lebih aman, efektif, dan andal untuk menjaga keseimbangan nutrisi tubuh.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:14 WIB

Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB