Kasus Bullying di Ponpes Bogor: Santri Tewas, Polisi Ungkap Motif Dendam Pelaku

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kekerasan atau Bullying di Ponpes Bogor, Jawa Barat [Gemini]

Ilustrasi Kekerasan atau Bullying di Ponpes Bogor, Jawa Barat [Gemini]

1TULAH.COM-Dunia pendidikan kembali berduka. Sebuah insiden perundungan ( bullying) tragis terjadi di sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) berinisial DR di Kabupaten Bogor bagian Barat.

Kasus ini merenggut nyawa seorang santri berusia 15 tahun, berinisial FD, yang meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan brutal oleh teman-temannya.

Peristiwa memilukan ini mencuatkan kembali urgensi penanganan serius terhadap fenomena bullying di lingkungan pendidikan, terutama di lembaga yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para siswa.

Kronologi Kejadian Mengerikan

Menurut Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, insiden ini terjadi pada Kamis, 11 September 2025, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Aksi kekerasan ini dilakukan oleh dua pelaku, yang juga santri di ponpes yang sama. Ironisnya, salah satu pelaku memiliki inisial nama yang sama dengan korban.

Kronologi bermula saat korban FD (15) sedang tertidur lelap di kamarnya. Tiba-tiba, dua pelaku, AZ (14) dan FD (15), masuk ke kamar korban dengan niat jahat. Keduanya telah mempersiapkan diri dengan membawa senjata, yaitu sebuah bongkahan batu dan sebilah besi bekas kaki meja.

Baca Juga :  Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

“Setelah sampai di dalam kamar korban, pelaku langsung memukulkan batu tersebut tepat di bagian muka korban dan memukul besi di area kepala sebanyak 5 kali,” jelas AKP Teguh Kumara.

Motif Pelaku: Dendam Akibat Bullying

Modus di balik aksi brutal ini ternyata cukup kompleks. AKP Teguh Kumara mengungkapkan bahwa motif utama pelaku adalah amarah yang sudah memuncak. Pelaku merasa dendam karena menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh korban FD secara berulang kali.

“Korban awalnya sebagai pelaku bullying terhadap pelaku,” tutupnya. Hal ini memberikan gambaran bahwa kasus ini bukanlah kekerasan satu arah, melainkan lingkaran kekerasan yang berujung pada tragedi.

Baca Juga :  Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Setelah penganiayaan, korban FD sempat dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan. Namun, kondisinya yang terus memburuk membuatnya dirujuk ke RSUD Ciawi pada Minggu, 14 September 2025. Meskipun tim medis telah berupaya maksimal, nyawa FD tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 16 September 2025.

Kasus ini menjadi pengingat yang menyakitkan bagi semua pihak, bahwa lingkaran kekerasan harus diputus. Bullying tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga dapat memicu tindakan ekstrem yang berujung pada hilangnya nyawa. Penting bagi lembaga pendidikan dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan, edukasi, dan sistem pelaporan yang aman agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru