Pentingnya RUU Perlindungan Adat, Ketua DPD RI Buka Suara di Peresmian Tugu Keadilan Ekologis

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin. (Dok: DPD)

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin. (Dok: DPD)

1TULAH.COM-Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin, meresmikan Tugu Keadilan Ekologis di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (20/9/2025).

Acara ini menjadi puncak dari Pekan Raya Lingkungan Hidup ke-14 yang diselenggarakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 800 aktivis lingkungan dari berbagai penjuru Indonesia, serta perwakilan dari sejumlah negara.

Peresmian tugu ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Sultan B Najamudin, bersama dengan tokoh-tokoh penting daerah dan nasional. Turut hadir dalam acara ini adalah tiga anggota DPD RI dari NTT, yaitu Abraham Paul Liyanto, Hilda Manafe, dan Angelius Wake Kako, serta Ustaz Zuhri M Zyasali. Acara ini juga dihadiri oleh para kepala daerah dari Sumba dan sekitarnya, menunjukkan komitmen bersama terhadap isu lingkungan.

Tugu Keadilan Ekologis: Simbol Perjuangan Martabat Bangsa

Dalam sambutannya yang bertajuk ‘For the Earth, For the Future’, Sultan B Najamudin menegaskan bahwa tugu ini bukan sekadar monumen, melainkan simbol perjuangan martabat bangsa. Ia menekankan bahwa keadilan ekologis mencakup hak dasar alam untuk hidup.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

“Keadilan ekologis menyangkut hak sungai untuk mengalir tanpa racun, hak hutan untuk tumbuh tanpa dibakar, serta hak setiap makhluk untuk hidup dalam keseimbangan yang adil,” ujarnya.

Sultan juga menyoroti pentingnya dua Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sedang digodok, yaitu Pengelolaan Perubahan Iklim dan Perlindungan Masyarakat Adat. Kedua RUU ini diharapkan dapat menjadi payung hukum yang kuat dalam menghadapi krisis iklim dan menjaga ruang hidup serta kearifan lokal masyarakat adat.

Sinergi dengan Visi Lingkungan Presiden Prabowo

Agenda ini sejalan dengan Asta Cita ke-8 Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan Lingkungan Hidup Berkelanjutan. Visi ini mencakup pembangunan yang ramah lingkungan, mendorong ekonomi hijau, dan menjaga keanekaragaman hayati. Sultan menegaskan bahwa perjuangan ekologis harus melibatkan seluruh elemen, baik negara, rakyat, maupun masyarakat sipil.

“Demokrasi kita harus menjadi green democracy: mendengarkan suara rakyat sekaligus suara alam yang harus dijaga,” tegasnya.

Baca Juga :  Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Acara ini berlangsung meriah dengan karnaval budaya dari empat kabupaten di Pulau Sumba yang diikuti oleh ribuan warga. Para penunggang kuda Sandelwood berbusana kain adat turut meramaikan parade, disusul dengan penanaman pohon cendana bersama Sultan dan tokoh masyarakat sebagai simbol pelestarian flora endemik.

Menjadikan 20 September Pengingat Nasional

Sultan B Najamudin menegaskan bahwa 20 September harus menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia bahwa bumi adalah titipan yang harus diwariskan dalam keadaan yang lebih baik. Ia mengajak agar perjuangan ekologis tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjadi sebuah gerakan nasional.

“Sumba adil bagi alam, alam adil bagi manusia. Di situlah letak keadilan sejati,” kata Sultan, mengakhiri pesannya dengan kalimat yang penuh makna.

Sebelum acara puncak, Sultan juga sempat berdialog hangat dengan masyarakat Sumba, mengunjungi rumah adat, berinteraksi dengan ibu-ibu penenun, dan membagikan buku untuk anak-anak sekolah, menunjukkan komitmennya yang mendalam terhadap kesejahteraan sosial dan lingkungan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru