KPK Tegaskan Penyidikan Haji Murni Soal Korupsi, Bukan Targetkan Ormas Keagamaan

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo [Suara.com/Dea]

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo [Suara.com/Dea]

1TULAH.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penegasan penting terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dalam skandal haji.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa fokus penyidikan adalah pada peran individu, dan sama sekali tidak menargetkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernyataan ini bertujuan untuk meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat.

KPK Tidak Menyasar Institusi, Hanya Individu

Budi Prasetyo memastikan bahwa hingga saat ini, penyidikan kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan ibadah haji 2023–2024 tidak menyasar institusi di luar pemerintah. “Sepanjang penyidikan sampai hari ini tidak ada mengarah kepada institusi ataupun organisasi masyarakat tertentu,” kata Budi.

Ia kembali menekankan bahwa KPK hanya akan mengejar pertanggungjawaban personal dari pihak-pihak yang diduga terlibat. Fokus utama penyidikan adalah mendalami peran-peran individu dalam skandal ini.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Alasan Pemanggilan Saksi: Kapasitas Jabatan, Bukan Afiliasi Ormas

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan logika di balik pemanggilan sejumlah tokoh yang juga merupakan anggota atau pengurus di ormas keagamaan. Menurutnya, para saksi dipanggil bukan karena afiliasi organisasinya, melainkan karena kapasitas dan jabatannya di internal Kementerian Agama (Kemenag).

“Jadi yang kita panggil adalah person-nya, orangnya. Orangnya dan kaitannya adalah karena yang bersangkutan sebagai pegawai di Kementerian Agama. Walaupun yang bersangkutan juga menjadi anggota atau pengurus di organisasi keagamaan,” ucap Asep.

Hal ini menjadi penting untuk dipahami, mengingat salah satu saksi yang diperiksa adalah Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Syarif Hamzah Asyathry. Pemeriksaan terhadap Syarif dilakukan karena ia diduga mengetahui aliran dana dalam kasus korupsi haji, bukan karena statusnya di GP Ansor.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

KPK Kejar Aliran Uang, Tak Menutup Kemungkinan Periksa Pihak Lain

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap Syarif Hamzah Asyathry berfokus pada pengetahuannya terkait dugaan aliran uang dalam kasus ini. Meskipun demikian, Budi tidak menutup kemungkinan bahwa lembaga antirasuah akan mendalami aliran dana tersebut melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain dari lembaga keagamaan, termasuk GP Ansor, jika memang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

Penegasan KPK ini memberikan kejelasan bagi publik bahwa penanganan kasus korupsi haji murni berfokus pada penegakan hukum terhadap individu yang bertanggung jawab, tanpa adanya agenda untuk menyudutkan atau merusak nama baik institusi atau ormas keagamaan mana pun. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru