Meski Menerima, Simak Catatan Khusus F-KIR Terhadap LKPJ APBD 2024 Barut

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, menyampaikan pendapat akhir dan sejumlah catatan kritis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barut Tahun Anggaran 2024 dalam Sidang Paripurna DPRD setempat. Rabu, 9 September 2025. Foto: Istimewa

Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, menyampaikan pendapat akhir dan sejumlah catatan kritis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barut Tahun Anggaran 2024 dalam Sidang Paripurna DPRD setempat. Rabu, 9 September 2025. Foto: Istimewa

1TULAH.COM, Muara Teweh – Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, menyampaikan pendapat akhir dan sejumlah catatan kritis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barut Tahun Anggaran 2024 dalam Sidang Paripurna DPRD setempat. Rabu, 9 September 2025.

Dalam penyampaian yang dibacakan Sekretaris F-KIR, H Tajeri, jika pihaknya memberikan apresiasi atas capaian realisasi pendapatan daerah yang melampaui target. Pada 2024, realisasi pendapatan mencapai Rp 2,798 triliun atau 105,81% dari target anggaran sebesar Rp 2,645 triliun.

Namun, di sisi lain, F-KIR menyoroti realisasi belanja daerah yang dinilai masih rendah. Dari pagu anggaran belanja sebesar Rp 2,922 triliun, realisasinya hanya Rp 2,279 triliun (78%). F-KIR berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan penyerapan anggaran belanja pada tahun berikutnya untuk memacu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Mengenai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang mencapai Rp 1,294 triliun, F-KIR mendorong agar dana tersebut dialokasikan untuk program-program prioritas di tahun anggaran mendatang.

Baca Juga :  Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang

“Catatan penting lainnya adalah terkait opini audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah yang memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah,” kata H Tajeri.

H Tajeri berkata, pihaknya meminta pemerintah segera menindaklanjuti semua temuan BPK, yang meliputi, ketidaksesuaian volume dan spesifikasi pekerjaan, denda keterlambatan yang belum disetor, belanja honorarium dan jasa yang tidak sesuai ketentuan dan perhitungan pembayaran belanja pegawai yang tidak tepat.

“Fraksi ini menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang di masa depan dan meminta pengawasan yang lebih ketat dari seluruh dinas dan badan di lingkungan pemda,” ungkap politisi asal Gerindra ini.

Selain itu, pengelolaan aset daerah juga mendapat sorotan. Fraksi gabungan Partai Golkar dan Gerindra ini menyatakan bahwa banyak aset, baik berwujud seperti kendaraan, tanah, dan rumah dinas, maupun tidak berwujud, yang belum dikelola secara maksimal.

Baca Juga :  Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK

Adapun beberapa masalah yang diangkat antara lain aset yang mangkrak dan rawan dicuri, tanah yang dikuasai pihak tidak jelas, serta rumah dinas yang masih ditempati mantan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Meskipun dengan berbagai catatan dan masukan tersebut, Fraksi Karya Indonesia Raya secara resmi menyatakan menerima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Barito Utara Tahun 2024 untuk disahkan menjadi Perda,” ujar H Tajeri.

Lebih lanjut, H Tajeri bilang, persetujuan ini diberikan dengan catatan bahwa semua hal yang disampaikan harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Harapan F-KIR agar pelaksanaan anggaran ke depannya dapat lebih baik dan bermakna bagi kemajuan Barito Utara,” tuntasnya.

Penulis: Ahya Firmansyah

Editor: Aprie

Berita Terkait

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang
Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional
Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Hasil Reses Dapil IV DPRD Kalteng: Warga DAS Barito Desak Perbaikan Jalan Desa dan Akses Air Bersih
Belanja Pegawai Tembus 50 Persen APBD, DPRD Kalteng Soroti Tekanan Fiskal dan Ketergantungan Pusat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:38 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Hasil Reses Dapil IV DPRD Kalteng: Warga DAS Barito Desak Perbaikan Jalan Desa dan Akses Air Bersih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Belanja Pegawai Tembus 50 Persen APBD, DPRD Kalteng Soroti Tekanan Fiskal dan Ketergantungan Pusat

Berita Terbaru