1TULAH.COM – Penurunan berat badan yang terjadi akibat stres pada dasarnya merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan, melalui mekanisme yang dikenal dengan istilah fight or flight.
Pada kondisi ini, tubuh meningkatkan detak jantung, menegangkan otot, dan mempercepat pernapasan, sementara fungsi lain seperti sistem pencernaan justru melambat.
Perlambatan proses pencernaan tersebut dapat memengaruhi nafsu makan, sehingga sebagian orang yang sedang mengalami stres kehilangan selera makan dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.
Menurut Kasey Goodpaster, seorang psikolog klinis sekaligus Direktur Behavioral Services di Cleveland Clinic, penurunan berat badan akibat stres tidak selalu berbahaya.
Selama sifatnya hanya sementara, dalam jumlah kecil, dan kembali normal setelah kondisi membaik, hal ini masih tergolong wajar.
Misalnya, perubahan kurang dari 10 pon atau sekitar 4 kilogram, atau sekitar lima persen dari total massa tubuh, umumnya tidak dianggap signifikan secara klinis karena berat badan manusia memang bisa berfluktuasi secara alami.
Namun, penurunan berat badan yang melebihi lima persen dari massa tubuh dalam kurun enam hingga dua belas bulan tanpa adanya usaha diet perlu diwaspadai, terlebih bila terjadi secara cepat dan disertai gejala lain seperti masalah pencernaan, sakit kepala, atau kelelahan.
Kondisi ini dapat mengganggu metabolisme tubuh, membuat lemak justru disimpan, dan otot mulai terurai.
Meskipun tampak sebagai penurunan berat badan, keadaan tersebut sebenarnya berisiko bagi kesehatan.
Apabila situasi seperti ini terjadi, penanganan profesional sangat diperlukan.
Konsultasi dengan dokter penting dilakukan untuk memastikan apakah penurunan berat badan hanya dipicu oleh stres atau terdapat masalah kesehatan lain yang mendasarinya.
Dokter dapat membantu memberikan dukungan kesehatan mental, menyesuaikan pengobatan bila penurunan berat badan disebabkan efek samping obat, atau merujuk pasien pada layanan lain jika berkaitan dengan faktor ekonomi maupun gangguan makan.
Dengan langkah penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat dicegah dan kesehatan tubuh tetap terjaga dengan baik.
Penulis : Laili R

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-225x129.jpg)

![Viral! Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berujung Satu Kelas Minta Maaf. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/minta-maaf-pelajar-225x129.jpg)






![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-360x200.jpg)








