Berat Badan Menyusut karena Stres, Apakah Masih Wajar?

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita menunduk karena dalam kondisi stres/depresi (Pexels.com/@cottonbro)

Ilustrasi seorang wanita menunduk karena dalam kondisi stres/depresi (Pexels.com/@cottonbro)

1TULAH.COM – Penurunan berat badan yang terjadi akibat stres pada dasarnya merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan, melalui mekanisme yang dikenal dengan istilah fight or flight.

Pada kondisi ini, tubuh meningkatkan detak jantung, menegangkan otot, dan mempercepat pernapasan, sementara fungsi lain seperti sistem pencernaan justru melambat.

Perlambatan proses pencernaan tersebut dapat memengaruhi nafsu makan, sehingga sebagian orang yang sedang mengalami stres kehilangan selera makan dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.

Menurut Kasey Goodpaster, seorang psikolog klinis sekaligus Direktur Behavioral Services di Cleveland Clinic, penurunan berat badan akibat stres tidak selalu berbahaya.

Selama sifatnya hanya sementara, dalam jumlah kecil, dan kembali normal setelah kondisi membaik, hal ini masih tergolong wajar.

Misalnya, perubahan kurang dari 10 pon atau sekitar 4 kilogram, atau sekitar lima persen dari total massa tubuh, umumnya tidak dianggap signifikan secara klinis karena berat badan manusia memang bisa berfluktuasi secara alami.

Namun, penurunan berat badan yang melebihi lima persen dari massa tubuh dalam kurun enam hingga dua belas bulan tanpa adanya usaha diet perlu diwaspadai, terlebih bila terjadi secara cepat dan disertai gejala lain seperti masalah pencernaan, sakit kepala, atau kelelahan.

Kondisi ini dapat mengganggu metabolisme tubuh, membuat lemak justru disimpan, dan otot mulai terurai.

Meskipun tampak sebagai penurunan berat badan, keadaan tersebut sebenarnya berisiko bagi kesehatan.

Apabila situasi seperti ini terjadi, penanganan profesional sangat diperlukan.

Konsultasi dengan dokter penting dilakukan untuk memastikan apakah penurunan berat badan hanya dipicu oleh stres atau terdapat masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Dokter dapat membantu memberikan dukungan kesehatan mental, menyesuaikan pengobatan bila penurunan berat badan disebabkan efek samping obat, atau merujuk pasien pada layanan lain jika berkaitan dengan faktor ekonomi maupun gangguan makan.

Dengan langkah penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat dicegah dan kesehatan tubuh tetap terjaga dengan baik.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Berita Terbaru