Peta Jalan Tenaga Kerja Hijau Diluncurkan, Siapkan SDM Indonesia Emas 2045

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia dalam rangka Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2025: Turning Vision Into Action.

Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia dalam rangka Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2025: Turning Vision Into Action.

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia, dengan dukungan dari Jerman, Australia, dan Bank Dunia, secara resmi meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia. Peluncuran ini menjadi bagian penting dalam acara Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2025 yang bertema “Turning Vision Into Action”.

Acara peluncuran peta jalan ini dihadiri oleh Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, yang menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah kolektif untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

“Visi Indonesia Emas 2045 secara jelas telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024. Ini adalah bentuk komitmen bersama seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera,” jelas Wakil Menteri Febrian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/4/2025).

Panduan Strategis Siapkan SDM Ekonomi Hijau Indonesia

Peta jalan ini dirancang sebagai panduan strategis yang komprehensif dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam transisi menuju ekonomi hijau. Dokumen ini akan menjadi acuan nasional dalam menyusun regulasi, program pelatihan, dan investasi SDM secara terintegrasi dan inklusif.

Delapan Sektor Prioritas Pekerjaan Hijau di Indonesia

Peta jalan ini mengidentifikasi delapan sektor prioritas yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi ekonomi rendah karbon dan menciptakan pekerjaan hijau yang berkualitas. Sektor-sektor tersebut meliputi:

  • Energi Terbarukan
  • Ekonomi Sirkular
  • [Sebutkan contoh sektor lain jika ada dalam dokumen lengkap]

Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan peta jalan ini berfokus pada identifikasi tugas dan kompetensi spesifik yang berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan hijau dapat diuraikan menjadi kebutuhan keterampilan yang jelas dan dapat dilatih secara sistematis melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Potensi Besar Tenaga Kerja Hijau Indonesia di Masa Depan

Pada tahun 2025, diperkirakan jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia akan mencapai 4 juta orang atau sekitar 2,7 persen dari total angkatan kerja. Dengan skenario pertumbuhan ekonomi yang tinggi, angka ini diproyeksikan akan meningkat menjadi lebih dari 5,3 juta orang atau 3,14 persen pada tahun 2029.

Lebih lanjut, jumlah pekerjaan yang berpotensi bertransformasi menjadi hijau diperkirakan mencapai 56 juta pada tahun 2025 dan berpotensi meningkat menjadi 72 juta pada tahun 2029. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi tenaga kerja hijau dengan dukungan teknologi, peningkatan keterampilan, dan kebijakan pemerintah yang tepat.

Tantangan Transformasi Tenaga Kerja Hijau Indonesia

Meskipun potensi pekerjaan hijau di Indonesia sangat besar, proses transformasinya juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi dalam peta jalan meliputi:

  • Rendahnya partisipasi perempuan dalam sektor hijau.
  • Tingginya proporsi pekerjaan informal.
  • Kesenjangan dalam pengupahan antara pekerjaan konvensional dan hijau.
  • Kesenjangan dalam perlindungan sosial bagi pekerja di sektor hijau.

Untuk mengatasi tantangan ini, peta jalan merancang strategi jangka pendek dan menengah yang mencakup penyesuaian sistem pelatihan dan pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan nyata pasar kerja hijau yang terus berkembang.

Baca Juga :  Cetak Sejarah! Timnas Voli Putra Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026

Kolaborasi Multipihak Kunci Keberhasilan Peta Jalan Tenaga Kerja Hijau

Peta jalan ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, kementerian/lembaga terkait lainnya, sektor swasta, serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil (OMS), serta mitra pembangunan internasional seperti GIZ dan PROSPERA. Peluncuran peta jalan ini juga menjadi bagian penting dalam peringatan 50 tahun Kerja Sama Pembangunan Jerman di Indonesia.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Ina Lepel, menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Jerman merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung Indonesia dalam memajukan transisi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan menuju ekonomi hijau. “Memajukan keterampilan tenaga kerja Indonesia menuju hijau menjadi salah satu faktor kunci,” jelasnya.

Keberhasilan implementasi peta jalan ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, komunitas, hingga mitra pembangunan internasional. Melalui peta jalan ini, Indonesia menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau harus ditempuh dengan menempatkan SDM sebagai pusat perubahan untuk mencapai tenaga kerja yang terampil, inklusif, dan siap menghadapi masa depan.

“Saya membayangkan dan bahkan bermimpi, bahwa dalam lima tahun ke depan, ketika seseorang ditanya ‘apa pekerjaan Anda?’, jawabannya tidak hanya soal gaji, tapi juga ‘seberapa hijau pekerjaan Anda?’ Mungkin itulah impian bersama kita: pekerjaan hijau sebagai ciri peradaban baru Indonesia,” pungkas Wakil Menteri Febrian, menutup acara peluncuran dengan optimisme. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB