1TULAH.COM – Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala yang ditandai dengan sensasi nyeri berdenyut, yang umumnya terjadi di salah satu sisi kepala.
Intensitas nyeri dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat parah, dengan durasi yang bisa berlangsung selama beberapa jam hingga berhari-hari, tergantung pada kondisi individu.
Hingga kini, penyebab pasti migrain masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, berdasarkan laporan Healthline pada Rabu, 26 Maret 2025, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami migrain.
Salah satu faktor utama adalah penurunan kadar serotonin, yaitu senyawa kimia dalam otak yang berperan penting dalam mengatur suasana hati serta respons tubuh terhadap rasa nyeri.
Selain itu, beberapa pemicu lain yang dapat menyebabkan migrain meliputi pola makan yang kurang sehat, paparan asap rokok, stres berkepanjangan, kurangnya waktu tidur yang cukup, serta penggunaan obat-obatan tertentu.
Migrain berkembang melalui empat tahap utama, di mana setiap tahap memiliki gejala dan ciri khas tersendiri.
Mengetahui tahapan ini dapat membantu penderita mengenali tanda-tanda awal migrain sehingga dapat mengambil langkah pencegahan atau penanganan yang tepat sebelum kondisi memburuk.
Tahap pertama disebut fase prodromal, yang sering kali berfungsi sebagai tanda peringatan sebelum migrain menyerang.
Gejala pada fase ini dapat muncul dalam rentang waktu beberapa jam hingga beberapa hari sebelum sakit kepala terjadi.
Beberapa tanda umum yang dapat dialami meliputi lonjakan energi secara tiba-tiba, perubahan suasana hati seperti mudah marah atau merasa gelisah, gangguan konsentrasi, peningkatan sensitivitas terhadap suara dan bau, rasa lelah yang tidak biasa, serta sering menguap tanpa sebab yang jelas.
Tahap kedua dikenal sebagai fase aura, yang dialami oleh sekitar 20 persen penderita migrain. Namun, tidak semua orang yang mengalami migrain melewati tahap ini.
Pada fase ini, penderita dapat mengalami gangguan penglihatan, seperti melihat kilatan cahaya, pola visual yang tidak normal, atau bahkan penglihatan yang menjadi buram.
Selain itu, beberapa individu mungkin merasakan sensasi kesemutan atau mati rasa pada wajah, tangan, atau kaki.
Gejala lain yang bisa muncul meliputi kesulitan berbicara, gangguan dalam menulis atau memahami kata-kata, serta dalam beberapa kasus, kelemahan otot yang dapat memengaruhi koordinasi gerakan tubuh.
Tahap ketiga disebut sebagai fase serangan atau attack phase, yang merupakan puncak dari migrain di mana nyeri kepala mencapai intensitas tertinggi.
Pada tahap ini, penderita biasanya merasakan sakit kepala berdenyut di satu sisi kepala, meskipun dalam beberapa kasus nyeri dapat berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.
Selain itu, penderita juga sering mengalami sensitivitas ekstrem terhadap cahaya dan suara, mual, muntah, serta gangguan penglihatan.
Pada kondisi tertentu, serangan migrain yang parah bahkan dapat menyebabkan pingsan.
Beberapa penderita mungkin membutuhkan bantuan medis atau mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasi gejala yang muncul pada tahap ini.
Tahap terakhir disebut fase *postdrome*, yaitu periode pemulihan setelah sakit kepala mereda.
Meskipun nyeri utama sudah hilang, penderita masih bisa mengalami efek sisa yang berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.
Beberapa gejala umum yang terjadi pada tahap ini antara lain kelelahan yang berlebihan, rasa lemas, perubahan suasana hati seperti mudah tersinggung, serta nyeri kepala ringan yang dapat muncul saat melakukan gerakan mendadak, seperti membungkuk atau berjalan cepat.
Untuk membantu tubuh pulih sepenuhnya, penderita disarankan untuk beristirahat dengan cukup dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kambuhnya migrain.
Dengan memahami tahapan migrain secara lebih rinci, penderita dapat mengenali pola serangan dan mengelola gejalanya dengan lebih efektif.
Selain itu, menghindari faktor pemicu serta menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan, mengatur waktu tidur yang cukup, serta mengelola stres dengan baik, dapat membantu mengurangi frekuensi serta tingkat keparahan migrain di masa mendatang.
Penulis : Laili R

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-225x129.jpg)

![Viral! Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berujung Satu Kelas Minta Maaf. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/minta-maaf-pelajar-225x129.jpg)






![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-360x200.jpg)








