1TULAH.COM – Selama bulan Ramadan, perubahan pola makan dan rutinitas harian dapat memengaruhi sistem pencernaan, salah satunya dengan meningkatkan risiko sembelit.
Kondisi ini umumnya terjadi akibat kurangnya konsumsi serat, asupan cairan yang tidak mencukupi, perubahan jam tidur, serta berkurangnya aktivitas fisik.
Menurut dr. Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, gangguan pola tidur serta terbatasnya cairan yang dikonsumsi saat puasa dapat memperparah masalah pencernaan.
Selain itu, perubahan pola makan dari yang biasanya tiga kali sehari menjadi hanya saat sahur dan berbuka juga dapat mengurangi asupan serat yang dibutuhkan tubuh.
Tidak hanya itu, menurut Medical News Today, konsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka serta perubahan pada jadwal makan, olahraga, dan tidur juga dapat mengganggu kerja sistem pencernaan dan berkontribusi pada terjadinya sembelit.
Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi sulit buang air besar selama Ramadan.
Salah satu cara yang efektif adalah membatasi konsumsi makanan tertentu yang dapat memperparah sembelit. Makanan tinggi garam, rendah serat, atau sulit dicerna sebaiknya dihindari, seperti keripik dan camilan asin, daging merah dalam jumlah berlebihan, gorengan, makanan cepat saji, serta makanan olahan dengan kandungan pengawet tinggi.
Sebagai gantinya, meningkatkan konsumsi serat sangat disarankan. Makanan berserat tinggi seperti sayur-sayuran hijau, buah-buahan segar seperti pepaya, pisang, apel, dan pir, serta biji-bijian utuh seperti oat, beras merah, dan gandum dapat membantu memperlancar pencernaan.
Memastikan tubuh tetap terhidrasi juga menjadi langkah penting dalam mencegah sembelit selama berpuasa. Mengonsumsi air putih secara teratur antara waktu berbuka, sahur, dan sepanjang periode tidak berpuasa sangat dianjurkan.
Selain itu, makanan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan mentimun juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Melewatkan sahur dapat memperpanjang durasi puasa, meningkatkan risiko dehidrasi, serta memperburuk kondisi sembelit.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tetap sahur dengan memilih makanan yang kaya serat dan mengandung cukup cairan agar pencernaan tetap lancar sepanjang hari. Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga perlu diperhatikan.
Berjalan kaki selama 10-15 menit setelah berbuka dapat membantu merangsang pergerakan usus, sehingga mencegah sembelit.
Jika memungkinkan, olahraga ringan seperti yoga, peregangan, atau latihan kardio ringan juga dapat dilakukan untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko sembelit selama puasa dapat diminimalkan, sehingga tubuh tetap sehat dan nyaman dalam menjalankan ibadah Ramadan.
Penulis : Laili R

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-225x129.jpg)

![Viral! Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berujung Satu Kelas Minta Maaf. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/minta-maaf-pelajar-225x129.jpg)






![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-360x200.jpg)








