Minyakita Bermasalah, Pengawasan Pemerintah Dipertanyakan

- Jurnalis

Rabu, 12 Maret 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isi Minyakita di pasar tradisional Kebon Roek, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tidak sesuai dengan ukuran tertera, Selasa (11/3/2025) [Suara.com/ Buniamin]

Isi Minyakita di pasar tradisional Kebon Roek, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tidak sesuai dengan ukuran tertera, Selasa (11/3/2025) [Suara.com/ Buniamin]

1TULAH.COM-Persoalan minyak goreng subsidi pemerintah, MinyaKita, kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa MinyaKita dijual tidak sesuai takaran dan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Hal ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan pemerintah dan tata kelola pangan di Indonesia.

Temuan Lapangan yang Mengkhawatirkan

Berawal dari video viral di media sosial, terungkap bahwa isi MinyaKita tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan. Seharusnya 1 liter, namun kenyataannya hanya 750 mililiter. Temuan ini diperkuat dengan sidak yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Andi Amran menemukan MinyaKita dijual dengan harga Rp18 ribu per liter, padahal HET yang ditetapkan adalah Rp15.700 per liter.

Lemahnya Pengawasan dan Tata Kelola

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Lampung, Dodi Faedlulloh, menilai bahwa persoalan MinyaKita mencerminkan lemahnya mekanisme kontrol terhadap produk-produk yang mendapat intervensi harga dari pemerintah. Pengawasan rantai distribusi barang bersubsidi dinilai masih lemah, baik dalam aspek kepatuhan produsen maupun pengawasan di tingkat distribusi.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Puji Kinerja Pelayanan Publik di Gunung Mas: Pajak Kendaraan dan Perbankan Tumbuh Positif

Senada dengan Dodi, peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, juga berpendapat bahwa temuan MinyaKita yang tidak sesuai takaran disebabkan oleh lemahnya pengawasan dari pemerintah. Menurutnya, peran pemerintah tidak hanya sebatas memberikan izin kepada produsen, tetapi juga harus mengawasi peredaran, kesesuaian takaran, dan harga.

Tanggung Jawab Menteri Koordinator Pangan

Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta, Miftahudin, menyoroti tanggung jawab Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan. Menurutnya, persoalan MinyaKita bukan hanya tentang takaran, tetapi juga mencerminkan buruknya tata kelola pangan. Miftahudin menilai bahwa Zulkifli Hasan telah gagal dalam menjalankan tugasnya.

Mengapa Barang Subsidi Rawan Diselewengkan?

Penyelewengan terhadap barang atau kebutuhan pokok bersubsidi bukan hal baru. Kerentanan ini terjadi karena adanya kesenjangan harga antara barang subsidi dan barang nonsubsidi. Hal ini menciptakan insentif bagi oknum tertentu untuk melakukan kecurangan, seperti mengurangi isi, mencampur dengan produk lain, atau menyalurkan ke segmen pasar yang tidak seharusnya.

Baca Juga :  InstaSpin Casino: Quick‑Fire Slots & Rapid Wins voor de Moderne Speler

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengambil langkah dengan menarik MinyaKita yang tidak sesuai takaran dari pasar dan memperketat pengawasan. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri juga telah menutup produsen MinyaKita, PT Arya Rasa Nabati, dan menetapkan satu orang tersangka.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa produsen yang mencurangi MinyaKita adalah penipu dan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola pangan dan memastikan rantai distribusi pangan berjalan dengan baik. Pengawasan yang lebih transparan dan berbasis teknologi, serta penegakan hukum yang tegas, diharapkan dapat mencegah kasus serupa terulang kembali. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional
Mencekam! Penembakan Membabi Buta di Coldharbour Lane Brixton, 4 Orang Jadi Korban
Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum
Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”
Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità
Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE
Avia Masters Crash Game: Fast‑Paced Rides for Quick Wins
Wonaco Casino: Emozioni in Quick‑Play per Sessioni Brevi e ad Alta Intensità
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:01 WIB

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:21 WIB

Mencekam! Penembakan Membabi Buta di Coldharbour Lane Brixton, 4 Orang Jadi Korban

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:58 WIB

Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:09 WIB

Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:59 WIB

Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:41 WIB

Avia Masters Crash Game: Fast‑Paced Rides for Quick Wins

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:53 WIB

Wonaco Casino: Emozioni in Quick‑Play per Sessioni Brevi e ad Alta Intensità

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:47 WIB

Chicken Road: Quick‑Hit Crash Gaming for the Fast‑Paced Player

Berita Terbaru