DPRD Kalteng Puji Kinerja Pelayanan Publik di Gunung Mas: Pajak Kendaraan dan Perbankan Tumbuh Positif

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 03:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering Foto:Dok/1tulah.com

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Capaian kinerja pelayanan publik di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendapat apresiasi dari jajaran DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, menyebutkan bahwa sektor pajak daerah dan layanan perbankan menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.

Apresiasi ini disampaikan usai kunjungan kerja komisi terkait untuk meninjau efektivitas pelayanan publik serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Keberhasilan Samsat: Target Pajak Kendaraan Terlampaui

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah performa Samsat Kabupaten Gunung Mas. Berdasarkan data yang dihimpun, indikator keberhasilan terlihat jelas dari pencapaian target penerimaan pajak yang melampaui ekspektasi pada tahun anggaran 2025.

Freddy merinci bahwa sektor unggulan yang memberikan kontribusi besar adalah:

  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

“Kita melihat kinerja jajaran Samsat di sana cukup bagus. Indikatornya adalah pencapaian target, khususnya tahun 2025 yang mampu terlewati,” ujar Freddy, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak serta inovasi sistem pelayanan yang semakin memudahkan wajib pajak.

Sektor Perbankan: Dampak Positif Aktivitas Pertambangan

Selain sektor pajak, kinerja Bank Kalteng Cabang Gunung Mas juga dinilai sangat berhasil. Pertumbuhan ini didorong oleh geliat ekonomi di sektor pertambangan yang cukup masif di wilayah tersebut.

Aktivitas industri yang tinggi berdampak langsung pada peningkatan simpanan atau dana pihak ketiga (DPK) masyarakat di perbankan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa sirkulasi ekonomi di Kabupaten Gunung Mas berjalan dengan sehat.

Catatan Evaluasi: Optimalisasi Pajak Alat Berat dan Air Permukaan

Meski memberikan apresiasi, DPRD Kalteng tetap memberikan catatan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Freddy menyoroti beberapa sektor pajak yang dinilai belum optimal, di antaranya:

  1. Pajak Air Permukaan (PAP)

  2. Pajak Alat Berat (PAB)

Baca Juga :  Benarkah "Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi"? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Ia menilai rendahnya realisasi pada sektor ini disebabkan oleh perencanaan target dari tingkat provinsi yang kurang akurat dalam memetakan potensi di lapangan.

“Yang memang masih perlu digencarkan adalah dari pajak-pajak lain. Hal itu karena penentuan target dari provinsi yang belum akurat,” tambahnya.

Harapan ke Depan: Digitalisasi dan Akurasi Data

Menutup kunjungannya, Yohanes Freddy Ering mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan penguatan di dua area strategis:

  • Sosialisasi Layanan Digital: Memperluas penggunaan aplikasi digital agar pelayanan semakin cepat dan transparan.

  • Sinkronisasi Data: Meningkatkan akurasi perencanaan target pajak antara pemerintah kabupaten dan provinsi agar potensi PAD dari alat berat dan air permukaan tidak menguap.

Dengan penguatan koordinasi dan akurasi data, diharapkan seluruh potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan untuk menunjang pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas. (Ingkit)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB