Bahaya Buruk di Balik Layar Gadget: Legislator Ingatkan Dampak Negatif Media Sosial pada Anak

- Jurnalis

Selasa, 27 Agustus 2024 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati. Foto:Istimewa

Anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati. Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Kuwu Senilawati, anggota DPRD Kalimantan Tengah, menyoroti dampak signifikan media sosial terhadap perkembangan anak. Meskipun platform digital ini menawarkan banyak manfaat, seperti memperluas jaringan sosial dan akses informasi, namun di balik itu semua terdapat risiko yang mengancam tumbuh kembang generasi muda.

Disebutkannya, salah satu bahaya terbesar dari penggunaan media sosial adalah paparan konten yang tidak sesuai usia atau berbahaya. Anak-anak, dengan tingkat kritis yang belum matang, rentan terpengaruh oleh informasi yang belum terfilter.

“Mulai dari konten kekerasan, pornografi, hingga ujaran kebencian, semuanya bisa dengan mudah diakses melalui perangkat digital,”ujar Politisi Partai Gerindra ini, Senin (26/8/2024).

Selain risiko paparan konten negatif, media sosial juga dapat membentuk pola pikir dan perilaku anak. Konten yang dikonsumsi sehari-hari secara tidak sadar akan membentuk persepsi, nilai-nilai, dan bahkan cita-cita anak.

“Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan bimbingan yang tepat agar anak-anak dapat menyaring informasi dengan bijak,”tukasnya.

Baca Juga :  KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Peran Orang Tua dan Pendidik: Benteng Terakhir

Untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial, peran orang tua dan pendidik sangat krusial. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Edukasi Literasi Digital: Ajarkan anak-anak untuk mengenali konten yang berbahaya dan cara melindungi privasi mereka di dunia maya.
  • Batasi Waktu Penggunaan: Tetapkan aturan yang jelas mengenai waktu penggunaan perangkat digital dan jenis konten yang boleh diakses.
  • Komunikasi Terbuka: Ciptakan suasana yang nyaman bagi anak untuk berbagi pengalaman dan masalah yang mereka hadapi di dunia maya.
  • Jadilah Role Model: Tunjukkan pada anak-anak bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab.

Literasi Digital: Kunci untuk Bernavigasi di Dunia Maya

Meningkatkan literasi digital anak-anak adalah langkah penting untuk melindungi mereka dari bahaya yang mengintai di dunia maya. Dengan memiliki literasi digital yang baik, anak-anak akan mampu:

  • Membedakan Informasi yang Benar dan Hoaks: Mencegah penyebaran berita bohong dan informasi yang menyesatkan.
  • Menjaga Privasi: Melindungi data pribadi dari penyalahgunaan.
  • Berkomunikasi dengan Santun: Menggunakan bahasa yang sopan dan menghormati orang lain.
Baca Juga :  Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Sinergitas Semua Pihak untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan industri teknologi. Pemerintah perlu membuat regulasi yang lebih ketat terkait konten berbahaya di internet, sementara sekolah perlu mengintegrasikan pendidikan literasi digital ke dalam kurikulum.

Media sosial adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menawarkan banyak manfaat, tetapi di sisi lain, ia juga membawa risiko yang mengancam perkembangan anak.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran akan dampak media sosial dan bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif bagi anak-anak. (Ingkit)

 

 

 

 

Berita Terkait

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Berita Terbaru